MISI EVANGELIS MEMBAWA KABAR SUKACITA

Kejadian 1 sampai 9 - studi Alkitab ayat demi ayat

Situs yang luar biasa datang ke alamat web ini. Setelah kita punya uang untuk diterjemahkan! Mohon doanya

Button CreationCreation  Button SinSin  Knop Genesis 2Gen.2 Man  Knop Genesis 3Gen.3 The Fall  Knop Genesis 4Genesis 4  Knop Genesis 5 and 6Genesis 5 + 6  Knop Genesis 7 até 9Genesis 7 - 9  Knop Genesis 10 até 20Genesis 10 - 20  Knop Genesis 21 até 30Genesis 21 - 30

Click on Botton FullScreento view fullscreen

Penciptaan. Durasi: 111 detik

Penciptaan dalam Kejadian 1

Apakah artinya ini?

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya. Ini menunjukkan bahwa bumi sudah ada ketika Alkitab dimulai, dan tidak diciptakan pada saat itu. Di awal Alkitab, dengan jelas dikatakan bahwa bumi belum berbentuk dan kosong dan ada kegelapan. Dengan mempertimbangkan penggalian geologis dan penemuan kerangka-kerangka hewan dinosaurus, tidak mengherankan jika bumi sudah ada. Menurut arkeologi, kemungkinan suatu ledakan meteorit menghancurkan semua kehidupan di bumi. Akibatnya adalah kegelapan besar dan iklim yang tidak layak huni dan banjir besar menyelimuti seluruh bumi. Langit pastinya tercemar dengan segala macam partikel debu yang menghalangi sinar matahari dan udara tercemar sedemikian rupa hingga kehidupan menjadi tidak mungkin. Itu bisa menjadi penjelasan mengapa Alkitab dimulai dengan: Bumi kosong dan gelap gulita.
Penjelasan lain bisa berupa perang antara Iblis bersama sepertiga malaikat melawan Tuhan Allah dan para malaikat-Nya. Bumi mungkin hancur dalam perang ini. Dan Alkitab dimulai dengan penciptaan baru alam semesta dan bumi. Apa pun kasusnya, Alkitab dimulai dengan penciptaan manusia sekarang, tanggung jawabnya, dan masa depannya. Bercerita tentang jatuhnya manusia ke dalam dosa, perpisahan antara Allah dan manusia, dosa dan amarah, hukuman atas dosa dan kemungkinan keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus dan kehidupan baru sesudah kematian, entah terpisah dari Allah atau kehidupan baru di surga.

Earth which was in darkness

1  Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Allah itu Mahakuasa, betapa kekuatan dan kuasa yang ditunjukkan di sini. Allah membuat dalam satu hari, udara yang tercemar menjadi bersih, sehingga matahari bersinar kembali di atas bumi yang gelap gulita. Di sisi matahari, hari siang. Dan di sisi lain, gelap, di sana malam, sehingga manusia, yang akan diciptakan, bisa tidur di malam hari.

Ocean

2  Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Allah menciptakan atmosfer di atas bumi, supaya itu menjadi suatu pemisah antara banjir (tampaknya seluruh bumi diselimuti air) dan air di atmosfer. Allah menciptakan awan, agar bisa turun hujan, dan hujan akan menjadi sumber kehidupan bagi segala sesuatu yang akan datang dan hidup di bumi. Hujan akan menyediakan kehidupan. Setiap tumbuhan, hewan dan manusia yang masih akan diciptakan Allah, bergantung pada air (bersih). Sungguh suatu keunggulan dan kuasa Allah.

Vegetation and plants

3  Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dia adalah Allah Yang Mahaesa, Penguasa langit dan bumi. Air ditarik ke satu tempat, dan tempat yang kering muncul. Ketika kita melihat bumi dengan cermat dan juga menurut arkeologi, dulunya Amerika dan Eropa bersatu, mungkin juga dengan Australia dan Selandia Baru. Jadi, terbentuklah satu samudera luas dan satu daratan luas.
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan." Guna menyediakan makanan bagi binatang dan manusia, tumbuh-tumbuhan dibutuhkan (pohon untuk menghasilkan oksigen) dan pohon buah-buahan untuk makanan. Juga tumbuh-tumbuhan harus menghasilkan benih, jika tidak, tidak akan ada kelangsungan hidup. Semua dipikirkan dengan baik. Allah memiliki rencana dengan bumi. Dia berniat menciptakan binatang dan manusia yang akan menghuni bumi. Ini dia Makhluk yang paling cerdas sedang bekerja, yaitu Allah Sang Pencipta.
BUKAN seperti yang dikatakan teori evolusi, bahwa semuanya berkembang dari satu sel tunggal. Bagaimana mungkin dari satu sel tunggal berkembang begitu banyak variasi, mula-mula berkembang menjadi tumbuhan, kemudian menjadi ikan, sesudah itu menjadi burung, binatang dan akhirnya menjadi manusia. Bagaimana mungkin satu sel tunggal bisa membersihkan langit yang tercemar, menciptakan atmosfer, awan yang menghasilkan hujan, memisahkan air dari tanah kering? Untuk semuanya, segalanya harus terjadi pada urutan yang tepat, jika tidak maka ia akan mati. Seekor binatang membutuhkan makanan, jadi pertama-tama makanan (tumbuh-tumbuhan dan pohon buah-buahan). Dan pohon membutuhkan hujan. Bagaimana satu sel tunggal bisa menciptakan begitu banyak variasi dalam reproduksi: benih, telur, rahim, dll? Masalah telur dan ayam yang terkenal;
Mana yang lebih dulu?
Di manakah penemuan yang menunjukkan peralihan dari daun menjadi ikan, dari ikan menjadi burung, dari burung menjadi binatang, dari binatang menjadi manusia? Dan dari binatang menjadi manusia yang berbicara? Ada begitu banyak mata rantai yang hilang yang tidak pernah ditemukan dalam fosil! Mengapa evolusi sekarang macet, mengapa tidak berkembang spesies baru (berevolusi), karena menurut evolusi, manusia sudah ada selama jutaan tahun. Mengapa tidak ada hal baru yang berevolusi selama jutaan tahun ini?
Sederhananya, itu karena mobil dan pesawat terbang juga membutuhkan seorang perancang yang cerdas, yang berpikir tajam. Jadi Allah Sang Pencipta perlu memperlengkapi bumi dengan tumbuh-tumbuhan, ikan, binatang, dan manusia.
Semua pengikut evolusi setuju bahwa kondisi tertentu harus ada, jika tidak, tidak akan ada bentuk kehidupan yang muncul. Tidaklah mengherankan jika hanya di bumi saja terdapat kondisi yang sangat tepat: Atmosfer dengan persentase oksigen yang tepat, atmosfer dengan awan-awan yang menyediakan hujan, yang menghasilkan air tawar untuk menopang kehidupan di bumi. Pohon untuk sirkulasi kembali oksigen. Siklus matahari dan bulan, yang mempertahankan suhu yang tepat di bumi (pertimbangkan efek rumah kaca yang ditakutkan). Bumi berada pada jarak yang tepat dengan matahari, sehingga terdapat lingkungan yang tepat untuk kehidupan. Atmosfer dengan ozonnya, yang melindungi kita dari radiasi UV yang berbahaya. Semua ini karena evolusi? Dapatkah Anda percaya itu? Atau haruskah ada Sang Pencipta?
Dengan semua fakta ini, evolusi tidak bisa diperhitungkan, karena ini juga pasti sudah berevolusi. Hingga sekarang ini orang belum menemukan di alam semesta yang luas ini kondisi yang sama seperti di bumi, meskipun orang sudah memindai jutaan tahun cahaya jauhnya, apalagi satu bentuk kehidupan. Bahkan di planet Mars, ada tanda tanya besar apakah ada air atau bentuk kehidupan apa pun. Kondisinya tidak ada, tidak ada atmosfer, juga tidak kaya akan variasi kehidupan seperti di bumi.
Perlukah saya memberikan lebih banyak fakta bahwa teori evolusi itu tidak benar dan segala sesuatu di bumi pastilah diciptakan oleh Tuhan Allah?

Lights in the firmament

4  Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala. Melihat dari sains sekarang ini, kita tahu bahwa bintang-bintang sudah ada sejak awal Alkitab. Jadi, apakah Alkitab salah ketika menyatakan bahwa Allah menciptakan dua benda penerang yang besar (matahari dan bulan)?
Di sini penjelasannya berurutan. Bab-bab pertama Alkitab didiktekan kepada Musa, untuk mendidik orang Yahudi; didiktekan oleh Roh Kudus sedemikian rupa sehingga orang Yahudi pada masa itu bisa memahaminya.
Dan itu tidak bertentangan dengan pengetahuan kita tentang tata surya saat ini. Hingga hari kelima, sinar matahari dan cahaya bintang-bintang tersebar. Sekarang Allah menggunakan atmosfer untuk mengarahkan cahaya matahari dan bintang-bintang, sehingga cahaya itu menyinari bumi dan manusia bisa mengamati matahari dan bintang-bintang. Tanyakan saja pada astronot.
Dalam hal ini pun, kita bisa melihat kuasa Allah, Dia mengendalikan hukum alam. Allah menempatkan Kehendak-Nya atas alam dan menetapkan aturan-aturan dan hukum-hukumnya.
Namun diwartakan bahwa bulan juga merupakan benda penerang, sementara kita tahu bahwa hanya matahari yang adalah sumber cahaya. Jadi, apakah Anda heran? Bulan berada pada posisi yang tepat antara bumi dan matahari, dalam posisi ia menyinari bumi pada malam hari. Sungguh presisi yang luar biasa!
Bisakah Anda bayangkan jika ia berada di lokasi yang berbeda? Dan bulan selalu berada di antara matahari dan bumi, maka bumi akan berada dalam bayang-bayang bulan dalam jangka waktu yang lama. Dan akan ada ketidakteraturan yang hebat, variasi yang besar dalam suhu dan cahaya, sehingga binatang dan manusia tidak bisa bertahan hidup, saya kira.
Tapi tidak, itu adalah ciptaan Allah. Dan bulan dengan tepat memantulkan sinar matahari ke bumi dengan sudut yang benar. Planet-planet lain manakah di alam semesta yang cocok untuk itu? Juga bulan terletak pada jarak yang tepat dengan bumi, jadi magnesiumnya menciptakan pasang surut. Tanpa pasang surut, kehidupan ikan di laut adalah tidak mungkin.
Apakah itu evolusi atau Yang Mahakuasa dan Karya Allah?
Karena pengaruh dan perubahan siang dan malam inilah ada ritme yang tepat untuk manusia. Dan karena musim-musim, semua kehidupan di bumi bisa berbuah dan reproduksi menjadi mungkin!
Apakah ini evolusi atau ciptaan Allah Yang Mahakuasa yang luar biasa?

karang, ikan, lumba-lumba dan burung

5  Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."
Betapa indahnya berbagai koral, ikan-ikan dan ikan-ikan laut yang besar seperti lumba-lumba dan orca, dan burung-burung yang terbang anggun di cakrawala. Betapa bersuka manusia menikmati pemandangan indah bawah laut dan di langit.
Bukankah ciptaan Allah itu mengagumkan dan luar biasa?
Tidakkah manusia harus merawat semua ini dengan baik?
Ini bukan evolusi, bahwa ada rantai nutrisi di samudera dan di lautan yang saling menyelaraskan satu sama lain dengan baik; bahwa plankton adalah makanan untuk ikan-ikan, dan tumbuhan air menyediakan oksigen di air. Bagaimana dengan aerodinamis yang diperlukan bagi burung untuk terbang atau melayang di udara.
Betapa banyak susah payah dan energi yang harus dikerahkan manusia untuk melakukan perjalanan melintasi langit dengan pesawat terbang?
Tidak, burung-burung memiliki aerodinamis yang dirancang dan diciptakan dengan baik yang memungkinkan mereka terbang anggun dengan daya minimum untuk melintasi langit. Bagaimana mungkin dari satu sel tunggal, pengetahuan yang seperti itu ada tentang aerodinamika, memungkinkan burung, elang atau bangau terbang melintasi langit? Karena itulah yang diklaim oleh teori evolusi. Tidak, adalah jelas bahwa Allah dengan pengetahuan-Nya yang mahakuasa yang telah bekerja.

Sapi dan laki-laki

6  Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar."
Allah menciptakan alam semesta dengan begitu menakjubkan: ternak yang menghasilkan susu untuk manusia, keledai dan kuda untuk melakukan pekerjaan yang berguna bagi manusia, kera yang dengan anggun berayun dari pohon ke pohon, gajah dengan kekuatannya yang dahsyat.
Dan apakah yang dilakukan manusia? Dia membunuh dan menembak, hanya dan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan. Kulit ular untuk tas tangan, gading untuk meraup laba, dan Anda bisa melanjutkannya sendiri.
Seluruh hutan ditebang dan dibakar, semata-mata demi keuntungan manusia, dan dengan cara ini menghancurkan wilayah hidup binatang, dan membuat kehidupan binatang menjadi tidak mungkin. Mengapa manusia tidak lagi bisa menikmati ciptaan Allah?
Karena manusia tidak lagi mengakui Allah sebagai Pencipta? Karena manusia sudah memberikan punggungnya kepada Allah dan menyangkal keberadaan Allah! Karena manusia pikir dia jauh lebih tahu daripada Allah!
Karena manusia tidak lagi mengakui Allah sebagai Pencipta? Karena manusia sudah memberikan punggungnya kepada Allah dan menyangkal keberadaan Allah! Karena manusia pikir dia jauh lebih tahu daripada Allah!








Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita (Trinitas: Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus) menjadikan manusia (Adam dan Hawa) menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi."
Betapa menakjubkannya manusia tidak terpisahkan dari penciptaan. Tidak ada hal evolusioner dari sebuah sel tunggal, tetapi diciptakan menurut gambar Allah; sungguh suatu kehormatan bahwa kita serupa dengan gambar Allah. Suatu kehormatan tetapi juga suatu tanggung jawab besar yang Allah tempatkan di atas bahu manusia. Manusia diizinkan untuk menguasai ikan-ikan di laut, burung, ternak, ya atas seluruh bumi.

Manusia mendapat amanat dari Allah. Allah berekuasa atas alam semesta, atas manusia. Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan diizinkan untuk berkuasa dengan kehendak bebas atas hidupnya dan atas bumi.
Namun sungguh sayang, sesudah 6000 tahun, manusia merusak ikan-ikan, burung-burung, ternak, dan bumi. Manusia mengosongkan samudera dan lautan dari ikan, mencemari lingkungan sedemikian rupa; merkuri dibuang ke dalam air sehingga meracuni semua kehidupan dalam air (ikan-ikan) dan langit (burung-burung). Ternak dikembang-biakkan di lahan-lahan sempit, dan hutan hujan ditebang, atmosfer dicemari dengan hebat, yang mengakibatkan segala macam alergi bagi manusia itu sendiri. Ini adalah fakta yang menyedihkan mengenai tanggung jawab manusia. Bahkan manusia bisa menghancurkan seluruh bumi dengan senjata-senjata atomnya. Alasannya: manusia semakin berpaling dari Allah, mencari kebahagiaannya dalam hal materi, obat-obatan, okultisme, penyembuhan okultisme, dan apa saja.
Allah telah merencanakannya dengan sangat indah: ikan, burung, ternak untuk menopang dan menjadi kesenangan bagi manusia; di mana manusia ditetapkan untuk menguasainya, supaya orang bisa menikmatinya!
Mengapa ada semua penderitaan ini di dunia? Nah, Allah menunjuk manusia untuk berkuasa atas bumi. Ketika manusia tidak menguasainya dengan baik, maka akibatnya juga berdampak pada manusia. Terlalu banyak menangkap ikan di lautan, menebangi hutan dan hutan hujan; yang terakhir ini menyebabkan banjir dan seluruh desa tenggelam di bawah lumpur, dan penyakit meningkat karena fakta bahwa kuman-kuman penyakit tidak bisa undur di hutan (ini dibuktikan secara ilmiah). Dan keseluruhan cuaca menjadi tidak teratur yang mengakibatkan bencana-bencana besar.
Jadi yang patut disalahkan adalah manusia, bukan Allah.
Juga manusia bertanggung jawab atas sesamanya, merawat yang lapar dan yang sakit (di dunia ketiga juga), dan tidak bersikap tidak bersahabat atau membenci sesamanya, apalagi membunuh atau membantai. Itulah tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia dan kita TIDAK boleh menyalahkan Allah.
Gereja menjadi kosong

7  Ketika Allah telah menyelesaikan pekerjaan-Nya pada hari ketujuh, Ia beristirahat pada hari ketujuh dalam minggu.
Allah memperkenalkan hari Sabat, sesudah enam hari bekerja manusia harus beristirahat dari pekerjaannya. Dan apakah yang dilakukan manusia? Sekarang manusia bekerja tujuh hari dalam seminggu, toko-toko buka pada hari Minggu, dan manusia tidak menyediakan waktu untuk memikirkan atau merenungkan Allah.
Akibatnya orang menjadi agresif (orang lelah karena tidak beristirahat, menjadi agresif), kriminalitas meningkat sangat pesat (karena aturan dan norma sudah kabur dan menjadi toleran, tidak ada lagi nilai-nilai Kristiani yang diajarkan. Suami istri sama-sama bekerja, tidak menyisakan ruang untuk mengajarkan aturan dan norma, meninggalkan anak-anak tanpa kasih. Gereja menjadi kosong, juga karena para teolog yang liberal dan sangat toleran terhadap ajaran Alkitab dan dosa. Orang meninggalkan ajaran, aturan dan nilai-nilai Alkitab.

Tidak ada komunitas pada hari Minggu, orang tidak lagi saling mengunjungi satu sama lain, dan sepanjang minggu orang tidak merawat mereka yang sakit atau melakukan kunjungan sosial. Karena orang terlalu sibuk, orang harus berbelanja (keduanya, suami istri bekerja), orang terlalu lelah karena tidak beristirahat pada hari ketujuh.

Pelajari AlkitabMarilah kita mengikuti teladan Allah dan peduli untuk beristirahat pada hari Minggu. Manusia membutuhkan satu hari dalam seminggu untuk beristirahat dan orang harus menggunakan hari ini untuk berhubungan dan berkomunitas dengan Allah dan sesama warga. Tentu saja, tidak semua orang bisa melakukannya pada hari Minggu, menyusui membutuhkan 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu. Namun mereka juga memiliki satu hari libur dalam seminggu yang bisa mereka gunakan untuk melewatkan waktu bersama Allah.
Orang tidak percaya tidak peduli akan istirahat pada hari Minggu, tetapi marilah kita orang percaya melakukannya, menunjukkan bahwa kita berbeda. Jangan pergi mencari hiburan pada hari Minggu, jangan pergi shopping pada hari Minggu. Setiap orang percaya melakukan tanggung jawabnya terhadap Tuhan Allah dan Yesus Kristus.
Marilah manusia menghormati Allah, Dia punya alasan untuk membiarkan manusia beristirahat pada hari Minggu. Manusia tidak diciptakan (dan juga tidak mampu) bekerja tujuh hari dalam seminggu, setiap minggu sepanjang setahun. Satu hari dalam seminggu itu, Allah sendiri yang telah menetapkannya untuk kebaikan manusia, untuk menyegarkan jasmani dan rohani.

Dan marilah kita menggunakan satu hari dalam seminggu itu untuk bersama dengan Allah dan Firman-Nya, untuk mempelajari Alkitab, untuk mengetahui apa yang ingin Dia sampaikan kepada kita.


Jatuhnya manusia ke dalam dosa (Kejadian 3:1-13)

Apakah artinya ini?

Kita lihat bahwa Iblis sangat licik, dia mengambil tubuh seekor ular dan berbicara kepada perempuan itu. Pertama-tama dia mulai dengan memelintir firman Allah: "Semua pohon dalam taman ini tidak boleh kamu makan buahnya, bukan?" Perempuan itu menjawab dengan benar: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Manusia tidak puas dengan kekayaan, dia menginginkan SEMUANYA, tanpa kecuali!
Ular mulai mengatakan setengah kebenaran: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
TIDAK, yang sebenarnya adalah: manusia tidak akan langsung mati sesudah dia memakan buahnya, tetapi sesudah beberapa waktu. DAN manusia TIDAK akan menjadi seperti Allah, dengan segala kuasa Allah, manusia akan dihadapkan pada hati nuraninya, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Itu akan menghancurkan kebahagiaan hidup manusia, putra mereka akan dibunuh oleh putra lainnya karena cemburu. DAN manusia tidak akan lagi menikmati kebersamaan dengan Allah dan menikmati hidup yang kekal, karena dia AKAN MATI. BUKAN itu yang ular (Iblis, setan) katakan, tapi dia mengatakan setengah kebenaran!!!

Dan perempuan itu teperdaya, dia mendengarkan perkataan si ular. Dan apa yang dilakukan laki-laki itu? Dia TIDAK teperdaya, dia tidak meminta pertanggung-jawaban istrinya. Dia tahu bahwa dia tidak boleh makan buah pohon yang ada di tengah-tengah taman. Perempuan itu menawarinya buah, dan dia tidak menanyakan apa pun. Dia tidak teperdaya! Karena itu, dosa telah masuk ke dalam dunia oleh laki-laki itu, dan bukan oleh perempuan itu, karenanya laki-laki memiliki kodrat berdosa. (Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa).

Perempuan itu teperdaya, oleh karena itu dia tidak memiliki kodrat berdosa, dan Perawan Maria dapat melahirkan seorang anak laki-laki, yang dikandung dari Roh Kudus, tanpa dosa. Itulah rahasianya bahwa Tuhan Yesus dilahirkan tanpa dosa, karena Perawan Maria tidak dibuahi oleh laki-laki yang berdosa, tetapi oleh Allah sendiri (Roh Kudus) (Roma 5:18-19).

Dan perhatikan, sejak saat mereka memakan buah itu, mereka langsung menjadi tahu akan yang baik dan yang jahat. Tadinya mereka bisa berjalan bersama Allah di taman dan bersama-sama menikmati ciptaan Allah. Sekarang, sekonyong-konyong mereka menjadi takut kepada Allah, mereka sekarang tahu bahwa Allah itu Mahakuasa dan mereka hanya manusia belaka. Mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat untuk diri mereka sendiri, dan menyembunyikan diri dari hadirat Allah. Mereka takut untuk menunjukkan diri di hadapan Allah.

Dan apa yang dilakukan laki-laki itu? Dia licik, dia menyalahkan Allah: "Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku." Dia menyalahkan Allah sebab Dia memberinya istri yang salah. Sedangkan dia sendiri sudah menerima (tanpa teperdaya) buah tersebut dan dia sudah memakannya.
Dan dia melanjutkan: "Dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Jelas perempuan itu sudah memberitahu bahwa buah itu berasal dari pohon terlarang, dan meskipun begitu dia memakannya. Laki-laki itu mencoba menimpakan kesalahan pada istrinya, padahal dia punya pilihan bebas: makan atau tidak makan!!! Oleh karena itu laki-laki adalah penanggung jawab utama, melalui dia dosa telah masuk ke dalam dunia. Bersamanya ada kodrat berdosa, dan kodrat berdosa disebarkan oleh laki-laki.

Apakah itu ketidakadilan Allah, bahwa Allah menghukum orang karena dosa-dosanya?

Tidak, setiap orang, bisa mengatakan lagi dan lagi: TIDAK pada dosa. Allah tidak menghukum orang karena kodrat berdosanya; karena melalui Yesus Kristus hukuman dapat dihapuskan. Allah menawarkan solusi yang total dan menyeluruh, terserah orang untuk menerima anugerah Allah. Tidak hanya hukuman atas dosa (kekal; kehidupan di lautan api, yang telah ditentukan sebelumnya untuk Iblis dan para pengikutnya) dihapuskan, tetapi juga orang menerima kembali kehidupan kekal di surga. Juga dia bisa bersukacita lagi tinggal di hadirat Allah. Sekarang pertama-tama dalam tubuh yang berdosa, melalui Pengantaraan Tuhan Yesus Kristus, dia mendapat jalan kepada Allah Bapa. Dan sesudah kematian, setelah Kedatangan Kristus, orang yang mengakui bahwa dia adalah orang berdosa yang terpisah dari Allah dan sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat-nya, menerima tubuh baru yang tidak dapat binasa, tanpa kodrat dosa, untuk masuk ke surga dan untuk dapat datang dan berada di hadirat Allah. Betapa rahmat dan betapa Kasih Allah.
Namun manusia, seperti di taman, harus memilih untuk mendengarkan Allah dan tidak makan dari pohon yang satu itu. Dan jangan menyerah pada dosa. Sekarang mendengarkan kembali Allah, berarti menerima bahwa satu-satunya jalan (pintu Yohanes 10:9) menuju Allah adalah dengan menerima bahwa Yesus Kristus adalah Dia yang wafat untuk dosa-dosa kita di Kayu Salib Golgota.

Jika manusia TIDAK mendengarkan Allah, maka seperti di taman, konsekuensinya adalah untuk orang itu sendiri dan dia harus menerima hukuman atas dosa (kematian kedua: lautan api).

Masalahnya adalah memilih Allah, atau memilih melawan Allah, tidak ada pilihan lain!!!
Terserah Anda sendiri. Apa yang akan Anda lakukan, apakah Anda berpaling dari Allah, mengingkari keberadaan-Nya dan menyangkal Penciptaan dan kodrat-Nya, dan percaya pada teori evolusi? Atau apakah Anda menyadari bahwa Anda melakukan hal-hal yang jahat dan mengakui keberadaan Allah dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi Anda???


Yohanes 10:9

Aku (Yesus) adalah jalannya

Kejadian 1:1-2:7 Awal Penciptaan

Kejadian 2: Penciptaan manusia

Ayat 1-6 Pada hari ketujuh Allah beristirahat. Allah lelah dengan karya kreatif? Sulit dikatakan demikian. Kita tahu bahwa Allah itu kekal. Pekerjaan-Nya, atau lebih tepatnya pekerjaan Mereka, pekerjaan Allah Bapa, Allah Putra Yesus Kristus, dan Allah Roh Kudus adalah kekal dan terjadi di masa lalu dan berlangsung selamanya. Tetapi sesudah enam hari penciptaan ini, kehidupan baru di bumi yang liar dan kosong ini sudah selesai. Hari ketujuh adalah hari Sabat, hari istirahat.

Ayat 7 Pada hari keenam Allah telah menciptakan manusia Adam dan menghembuskan napas hidup-Nya ke hidung manusia. Inilah yang membedakan manusia dari ciptaan lainnya. Manusia itu menjadi makhluk hidup, trinitas dari tubuh, jiwa, dan roh dengan kecerdasan untuk membuat keputusan dan pilihan.

Ayat 8 Allah menciptakan Taman Eden, di sebelah Timur. Di mana tempat ini dulunya berada, ada banyak spekulasi tentangnya. Di Timur bisa menunjukkan sisi Timur Sungai Efrat. Namun itu adalah spekulasi, karena dengan jatuhnya Adam ke dalam dosa, Adam dan Hawa diusir dari Firdaus, Taman Eden, dan jalan masuk ke Eden dijaga oleh kerubim (3:23-24).

Ayat 9 Allah telah menciptakan binatang-binatang yang hidup, seperti burung-burung. Berapa banyak dari masing-masing binatang tidak diceritakan oleh Alkitab. Pada saat air bah Allah mengirimkan semua binatang itu, masing-masing jenis satu jantan dan satu betina, kecuali binatang yang tidak haram, masing-masing 7 pasang. Apakah itu berarti Allah menciptakan masing-masing satu pasang, yang kemudian bereproduksi, Alkitab tidak memberi tahu. Tapi teka-teki Ayam dan Telur yang terkenal telah terpecahkan: Ayam terlebih dulu baru kemudian Telur.
Di taman ada banyak pohon buah-buahan beraneka ragam, juga pohon kehidupan (kehidupan kekal) dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Adam dan Hawa diizinkan untuk makan dari semua pohon, betapa kekayaan dan kelimpahan. Namun Allah menghendaki pengakuan dan ketaatan- kepada-Nya bahwa segala sesuatu diciptakan oleh-Nya. Dia adalah Allah mereka dan karena itu Dia melarang mereka makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Sama halnya sekarang, manusia memiliki pilihan untuk mengakui Allah Sang Pencipta, secara sukarela menaati perintah-perintah Allah dan pilihan bebas untuk memilih Allah atau Iblis. Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang sehubungan dengannya (surga atau lautan api).

Ayat 10-14 Di Eden ada suatu sungai mengalir ke taman itu untuk membasahinya. Juga di Bumi Baru akan ada suatu sungai air kehidupan (Wahyu 22:1-2), kemudian jatuhnya manusia ke dalam dosa akan dipulihkan.
Sungai-sungai Pison dan Gihon kita tidak tahu; juga di mana Hawila berada, negeri ini kita tidak tahu. Juga Kusy (ayat 13) tidak kita ketahui. Karena sungai-sungai dan negeri-negeri ini berasal dari Taman Eden dan kita tahu lokasi sekarang dari Tigris dan Efrat, Gihon mungkin merujuk ke Sungai Nil, karena tanah terjanji kepada Abraham terbentang dari Sungai Nil hingga Efrat.

Ayat 15-17 Allah memberi manusia kebebasan penuh hanya dengan satu perintah. Manusia harus menguasai seluruh bumi, termasuk pepohonan, tanam-tanaman dan binatang-binatang. Betapa tanggung jawab yang luar biasa! Tetapi dari satu pohon mereka tidak boleh makan. Mengapa begitu, mereka memiliki semua dengan berlimpah ruah. Itu adalah ujian untuk pengakuan akan ciptaan Allah dan ketaatan kepada Allah. Namun jika mereka memakan buah pohon ini, maka Allah memperingatkan mereka bahwa mereka pasti akan mati. Allah tidak mengatakan bahwa mereka akan mati segera, meskipun segera sesudah memakan buah itu mereka terpisah dari Allah, secara rohani segera mati karena roh (Roh Kudus) disingkirkan. Kematian jasmani menyusul kemudian.

Ayat 18 Berapa lama Adam hidup sendirian, Alkitab tidak menjelaskan. Adam mungkin sudah melihat binatang-binatang dan burung-burung bereproduksi dan berkembang biak. Mungkin sebab itu ia merasa kesepian. Allah melihat bahwa tidak baik bagi Adam sendirian saja dan Ia menciptakan seorang penolong.
Membujang itu tidak baik, kecuali Allah memanggil laki-laki atau perempuan itu untuk melakukannya, DAN melindunginya dari hasrat seksual. Selibat adalah tipuan setan. Banyak orang berpikir bahwa selibat (tetap tidak menikah) membawa keuntungan dan menahan diri dari pernikahan. Dalam Gereja Katolik, para imam selibat seturut teladan Yesus sendiri, juga laki-laki dan perempuan yang dipanggil Allah secara khusus untuk membaktikan hidup mereka demi pelayanan kepada-Nya. Gereja Katolik dengan selibatnya bagi para imam adalah contoh yang salah. Tuhan telah menganugerahi satu pria dan satu wanita. Tuhan mengetahui kesepian dan DIA telah menciptakan pernikahan. Bahwa selibat adalah tipu muslihat setan, dinyatakan dalam homoseksualitas (dikenal oleh para pendeta Katolik), pedofilia, pemerkosaan, pornografi, dll. Tuhan telah mengatur pernikahan antara satu pria dan satu wanita untuk berlipat ganda, untuk memiliki anak. Jika semua orang tetap melajang, rencana setan berhasil dan bukan rencana Tuhan untuk berlipat ganda dan keturunan manusia dimusnahkan. Itulah yang diinginkan setan.

Ayat 19-20 Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Bagaimana, tidak tahu. Namun teori evolusi tidaklah mungkin, dari satu substansi tidak bisa berlipat ganda menjadi makhluk-makhluk yang berbeda. Substansi tidak memiliki pengetahuan untuk membuat struktur yang begitu rumit seperti itu. Untuk rancangan sebuah pesawat diperlukan beberapa insinyur. Seorang insinyur saja tidak mampu merancang. Untuk penciptaan ikan, binatang, burung dan manusia diperlukan makhluk yang mahacerdas, yaitu Allah.
Adalah Allah sendiri, Yang membawa binatang-binatang dan burung-burung kepada Adam. Satu per satu, supaya Adam bisa menamainya. Itu mungkin berarti ini memakan waktu lama dan Adam menghabiskan cukup banyak waktu sendirian. Dengan berasumsi bahwa Adam tidak bisa berbicara dengan mereka, maka kesepian Adam bisa dipahami.

Ayat 21-22 Allah pergi untuk menciptakan penolong bagi Adam. Allah telah membentuk semuanya dari tanah (jantan dan betina), tetapi sekarang penolong itu dibentuk dari laki-laki itu sendiri. Perbedaan yang sangat penting! Perempuan itu dibentuk dari laki-laki. Allah mengambil salah satu rusuk dari laki-laki itu, operasi yang menyakitkan? Untuk itu dibutuhkan tidur nyenyak. Bagaimana Adam tahu bahwa perempuan dibentuk dari rusuknya, Alkitab tidak mengatakannya. Mungkin Allah telah mengatakannya kepada Adam, atau Adam sebelumnya sudah menghitung tulang rusuknya dan kehilangan satu rusuk dan sekarang menemukannya tertutup daging. Ini menjadikan laki-laki dan perempuan SATU. Perempuan adalah bagian dari laki-laki. Namun pertama-tama adalah Allah dan kemudian Adam, yang berutang ketaatan kepada Allah. Pertama adalah Adam dan kemudian Hawa, yang kemudian pada gilirannya berutang ketaatan kepada Adam, dia diberikan oleh Allah kepada Adam sebagai penolong. Perhatikan hubungan satu dengan satu. Satu laki-laki dengan satu perempuan, jelas bukan laki-laki dengan banyak perempuan. Allah juga mungkin menciptakan beberapa perempuan untuk Adam tetapi Allah tahu bahwa hanya hubungan satu dengan satu yang paling baik. Akibat dari seorang laki-laki yang memiliki beberapa istri sudah nyata dalam kehidupan Yakub, Raja Daud dan Raja Salomo; itu menghantar pada kematian kedua raja. Daud melakukan perzinahan dan dihukum dengan berat. Sesudah kematian Salomo, kerajaannya terpecah.

Ayat 23 Allah adalah Trinitas. Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah Satu. Laki-laki dan perempuan adalah gambaran dari Kesatuan ini. Trinitas satu dalam pemikiran Mereka, meski tiga Pribadi. Suami dan istri harus satu dalam pemikiran. Ini berkaitan dengan ayat sesudahnya.

Ayat 24 Banyak orang menganggap enteng perkawinan. Namun, Alkitab sangat jelas dalam ayat ini. Tetapi orang membaca ayat ini tanpa memberi cukup perhatian dan gereja nyaris tidak memberikan penjelasan apa arti ayat ini. Dari ayat sebelumnya, kesatuan laki-laki dan perempuan sudah jelas. Untuk melangkah ke dalam perkawinan, dibutuhkan kemandirian KEDUANYA, laki-laki dan perempuan,. Ayat ini mengatakan bahwa keduanya meninggalkan ayah dan ibunya yang berarti lepas sepenuhnya dari orang tua:

Lihat juga Pilihan akan pasangan masa depan Anda.
Ketika semua syarat ini terpenuhi dan ada kesatuan rohani, maka baru kemudian perkawinan mengikuti. Dan kemudian ada hubungan seksual pertama (bersatu dengan istrinya dan mereka menjadi satu daging). Dan BUKAN sebelumnya, bukan sebelum menikah. Pikirkan baik-baik apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam 1 Kor. 6:16:
Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
Singkatnya, ini berarti bahwa ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan melakukan hubungan seksual, SEJAK DARI saat itu mereka SUAMI DAN ISTRI!

Ayat 25 Adam dan Hawa telanjang, tanpa rasa malu sedikit pun. Hanya sesudah manusia jatuh ke dalam dosa, nafsu seks masuk ke dalam dunia, dan hasrat seksual, serta rasa malu melihat satu sama lain telanjang.

Kejadian 3: Jatuhnya manusia ke dalam dosa

Ayat 1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang. Apakah ini alasan mengapa Iblis mencari binatang ini untuk merayu Hawa, perempuan itu, kita tidak tahu. Siapa itu Iblis (Lucifer)? Menurut Yehezkiel 28:5-9 adalah kerub (malaikat) yang ingin setara dengan Allah. Yesaya 14:9-15 Bintang Timur, putra Fajar, yang hendak mendirikan takhtanya mengatasi bintang-bintang Allah, hendak menyamai Yang Mahatinggi. Dia adalah yang terus-menerus menyanyikan pujian kepada Allah, tetapi memberontak melawan Allah dan sepertiga malaikat mengikutinya. Malaikat-malaikat ini sekarang adalah malaikat yang jatuh. Iblis (nama lain adalah setan) ingin menyamai atau melebihi Allah Pencipta-nya. Sesudah kejatuhannya, Iblis diusir dari surga, tetapi dalam Ayub 2 kita membaca bahwa dia masih memiliki akses ke surga dan di sana dia mendakwa manusia. Tujuannya saat ini adalah menghancurkan ciptaan Allah khususnya manusia.
Setan membutuhkan tubuh (binatang atau manusia) untuk bisa membuat dirinya terlihat oleh manusia. Dari kodratnya, manusia tidak bisa melihat malaikat, kecuali Allah mengizinkannya. Di sini tubuh ular dipilih oleh setan untuk menampakkan diri kepada perempuan Hawa. Dalam gambar-gambar kita sering melihat ular itu berada di pohon karena kita berpikir tentang ular sesudah ayat 14, di mana Allah mengutuknya dan sejak saat itu ia harus menjalar dengan perutnya. Orang mungkin bertanya, apakah ini berarti sebelumnya ular tidak menjalar dengan perut dan bisa berjalan (pikirkan satir)? Setan mendapati ular di tempat percakapan sedang berjalan di antara Hawa dan setan di taman Eden? Alkitab tidak memberitahukannya, lihat kesimpulan akhir saya di akhir bab ini.
Bukan hanya ular yang cerdas, setan lebih cerdas. Dia mengajukan pertanyaan kepada Hawa: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan? Itu adalah pintu yang terbuka. Keduanya tahu betul bahwa manusia diperbolehkan makan dari semua pohon, kecuali satu. Adam dan Hawa setiap hari makan dari semua pohon, kecuali yang satu itu. Tapi itu adalah cara untuk memulai percakapan dan mengarahkan ke tujuan tertentu. Seberapa sering orang kafir dan orang tidak percaya jatuh ke dalam perangkap yang sama?

Ayat 2-3 Perempuan itu memberikan jawaban yang 100% benar. Mengatakan tepat seperti apa yang Allah katakan padanya. Kita melihat pencobaan yang sama diulang tiga kali kepada Yesus. Namun, dengan perbedaan besar. Perut Hawa penuh dengan semua buah. Perut Yesus kosong; setelah 40 hari siang dan malam tanpa makanan Dia kelaparan. Setan mengutip Alkitab kepada Yesus juga benar, tetapi Yesus tidak jatuh ke dalam pencobaan, karena penjelasannya berbeda. Seberapa sering orang kafir dan orang tidak percaya sudah ditipu oleh setan (dan para sarjana Alkitab palsu dan para ilmuwan) karena kurangnya pengetahuan dan mereka bergantung pada penjelasan orang-orang lain.
Jujurlah 100% dalam jawaban Anda, karena jika sedikit saja berbeda, Anda memberikan celah kepada setan, yang akan segera dimanfaatkannya.

Ayat 4 Setan menjawab dengan dusta besar: Sekali-kali kamu tidak akan mati. 100% dusta. Setan tahu betul bahwa manusia akan mati dan akan ada perpisahan segera antara manusia dan Allah. Penghilangan segera roh (Roh Kudus) manusia yang dengannya dia bisa berkomunikasi dengan Allah. Namun, apa yang tidak diketahui setan adalah bahwa Allah dalam Kemahakuasaan-Nya sudah memiliki rencana penyelamatan. Setan berpikir bahwa manusia akan mati secara jasmani, itulah tujuannya, kehancuran dari apa yang telah diciptakan Allah dengan begitu sempurna!

Ayat 5 Di sinilah pencobaannya dan kelanjutan dari dusta: kamu akan menjadi seperti Allah. Itulah yang diinginkan Iblis, dia ingin menjadi Allah.
Ya, manusia akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Kita perlu membuat pilihan-pilihan sadar setiap hari untuk melakukan yang baik dan menjauhkan yang jahat. Di Firdaus manusia memiliki kehidupan yang gampang dengan hanya tidak boleh makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sekarang manusia setiap hari terpapar kejahatan, kemelaratan, penyakit dan kemalangan. Dan orang harus terus-menerus memilih dan melakukan perlawanan terhadap yang jahat.
Tidak, manusia tidak akan menjadi setara dengan Allah. Allah adalah Allah, Yang Mahaesa. Manusia atau malaikat tidak akan pernah setara dengan Allah Penciptanya. Hanya Allah Yang Mahakuasa. Adalah kesombongan berpikir untuk menjadi setara dengan Allah.

Ayat 6 Mengapa setan memilih perempuan dan bukan laki-laki, Alkitab tidak menjelaskan. Mungkinkah karena perempuan ditunjuk sebagai penolong laki-laki Adam dan perempuan sudah tidak puas dengan posisinya?
Perempuan itu salah. Allah telah dengan jelas menyatakan bahwa mereka akan mati setelah makan buah terlarang. Sekarang perempuan itu lebih memperhatikan perkataan binatang daripada firman Allah. Pertimbangkan baik-baik bahwa Adam dan Hawa ditetapkan untuk berkuasa atas pohon, tumbuhan, binatang, dan burung. Mereka DI ATAS semua ini, mereka adalah tuan dan majikan atas mereka. Hawa meninggalkan posisi ini dan sekarang mendengarkan ia yang atasnya Hawa berkuasa. Hawa seharusnya sudah waspada, karena ini adalah binatang yang luar biasa, binatang yang berbicara dengannya. Sebelumnya tidak disebutkan bahwa Adam dan Hawa bisa berbicara dengan binatang. Sekarang datanglah seekor binatang (ular) kepadanya, yang berbicara kepadanya, situasi yang luar biasa!
Dalam situasi yang luar biasa Allah menggunakan binatang untuk berbicara kepada manusia, seperti keledai yang berbicara dengan nabi Bileam yang tidak taat. Biarlah seorang percaya tidak pernah disesatkan seolah-olah Allah menggunakan binatang untuk berbicara kepada seorang percaya. Kepada orang percaya diberikan Roh Kudus. Nubuat yang diucapkan oleh seorang percaya harus 100% sesuai dengan Alkitab dan diteguhkan oleh Roh Kudus; dan semua nubuat nabi ini harus digenapi 100%. Bahkan tidak hanya sebagian, karena itu sudah merupakan nubuat palsu! Manusia harus memeriksa Alkitab sendiri dan tidak mempercayai penjelasan orang lain (pengkhotbah, nabi, internet, komentar). Orang itu sendiri yang bertanggung jawab sepenuhnya!
Perempuan membuka celah untuk binatang yang bisa berbicara yang tidak dikenal itu. Sementara berjalan mereka tiba di pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat? Perempuan berdiri dekat pohon itu dan bangkitlah keinginannya. Dia ingin memiliki pengetahuan. Tidaklah cukup baginya untuk diciptakan menurut gambar Allah, dia ingin setara dengan Allah. Manusia menyedihkan, tidak lagi percaya pada Allah-nya, penciptanya. Dia lebih percaya pada makhluk yang tak dikenal, daripada percaya pada Allah-nya yang kepada-Nya dia berbicara setiap hari. Sumber dari segala yang jahat adalah ketidakpercayaan dan ketidakyakinan pada Allah.
Betapa sering kita ingin memiliki lebih banyak pengetahuan daripada yang baik untuk manusia. Antara lain, bereksperimen dengan narkoba, karena narkoba bersifat adiktif. Memboroskan proyek miliaran dolar untuk menemukan kehidupan di planet-planet lain, sementara alam semesta berukuran miliaran tahun cahaya. Orang ingin mengingkari keberadaan Allah dan menjelaskan munculnya kehidupan itu sendiri. Konyol, satu sel tunggal tidak bisa menghasilkan manusia rumit yang bisa berbicara. Tidak ada dokter atau spesialis yang memiliki pengetahuan kompleks tentang tubuh manusia. Untuk setiap bagian tubuh tertentu ada spesialis tersendiri karena manusia terlalu kompleks
Hawa pergi ke Adam atau apakah Adam yang mencari Hawa? Di sini kita sudah melihat langsung bahayanya jika persatuan laki-laki/perempuan terputus. Apakah Adam sendirian bekerja di ladang? Hawa sudah tidak lagi menjalankan perannya sebagai penolong suaminya? Sendirian, dia menjadi korban pencobaan.
Dia memberikan buah terlarang kepada suaminya dan suaminya memakannya. Ya, dia memakannya. Dia TIDAK diperdayakan. Dia memiliki pilihan SADAR: untuk makan atau tidak, untuk memilih bersatu dengan istrinya atau tetap bersatu dengan Allah, tetap taat kepada Allah Pencipta-nya. Namun dia membuat pilihan sadar; dan dia memilih yang SALAH melawan Allah, dan itu demi istrinya. Dia menjalankan perannya supaya dia bisa berkomunikasi dengan istrinya 24 jam sehari dan dia tidak ingin sendirian lagi? Karena Allah hanya mengunjunginya (sekali) setiap hari dan berbicara dengannya? Kita tidak tahu motif Adam. Tapi biarlah itu menjadi pelajaran bagi manusia. Dengan pilihan SADAR laki-laki ini, MELALUI LAKI-LAKI ini dosa masuk ke dalam ke dunia. Oleh benih laki-laki, dosa diteruskan kepada anak-anaknya. Inilah sebabnya mengapa Perawan Maria (tanpa persetubuhan dengan laki-laki) dibuahi oleh Roh Kudus (benih laki-laki tanpa dosa) dan Yesus dilahirkan tanpa dosa. Perempuan itu disesatkan, laki-laki itu tidak.

Ayat 7 Terbukalah mata mereka berdua, mereka segera tahu perbedaan antara yang baik dan yang jahat. Mereka sadar akan ketelanjangan mereka. Dan sekarang orang-orang pertama ini maju ke tindakan pribadi. Mereka berusaha menyembunyikan ketelanjangan mereka. Bagaimana? Dengan tindakan kekuatan SENDIRI. Mereka memetik dedaunan. Dedaunan yang sesudah dipetik mati dan menjadi layu dan menyingkapkan penutupnya. Jadi terus-menerus memetik dedaunan untuk terus menutupi ketelanjangan mereka. Manusia TIDAK BISA memberikan solusi abadi dari perpisahan antara Allah dan manusia. SOLUSInya terjadi segera di ayat 21 dan solusi terakhirnya melalui wafat dan kebangkitan Yesus Kristus Putra Allah.
Manusia tidak menjadi setara dengan Allah. Dalam kebodohannya dia membuat penutup dari dedaunan yang menjadi layu. Manusia tidak mendapatkan pengetahuan Allah Yang Mahatahu!

Adam dan Hawa menyembunyikan diriAyat 8 Allah tahu ketika Adam dan Hawa memakan buah itu. Namun Allah tidak langsung bereaksi, tidak langsung mengunjungi dan menghukum mereka. Dia menunggu sampai sore. Juga sekarang Allah menunggu untuk menghukum manusia karena dosanya. Orang memiliki umur pendek atau panjang di bumi, waktu untuk belajar tentang Allah, membeli Alkitab, mengenal Allah, mengakui diri sebagai orang berdosa dan satu-satunya jalan menuju keselamatan dan rekonsiliasi dengan Allah adalah melalui PutraNya Yesus Kristus. Allah membiarkan diri-Nya dikenal lewat alam. Alam semesta dan kehidupan terlalu kompleks untuk mengingkari keberadaan Allah. Dengan kesederhanaan penulisan Kejadian 1 sampai 3, setiap manusia yang sehat bisa mengakui Allah sebagai pencipta dan mengakui diri sebagai orang berdosa dan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Kematian adalah BUKTI dari sejarah penciptaan dan dosa. Tanpa penciptaan, juga tidak ada dosa. Mengingkari penciptaan berarti mengingkari diri sebagai orang berdosa!
Iblis menjanjikan kesetaraan dengan Allah, sebaliknya, manusia mendapatkan rasa takut dan menyembunyikan diri dari Allah Penciptanya. Hanya bunyi langkah Allah membuat mereka ketakutan. Sebelumnya mereka berjalan-jalan bersama Allah di taman dan berbicara dengan-Nya. Sekarang mereka ketakutan. Sekarang, manusia tidak mau melakukan apa pun dengan Allah; takut pada apa yang akan Allah lakukan kepadanya. Pengingkaran yang bodoh, menyembunyikan diri dari kenyataan.
Manusia hidup dalam kelimpahan pepohonan (buah-buahan) darimana dia bisa makan keyang tanpa kerja keras. Sekarang manusia menggunakan pepohonan (dan dedaunan) yang sama untuk bersembunyi. Benar-benar suatu kemerosotan!

Ayat 9 Tuhan Allah memanggil manusia: Di manakah engkau? Seolah-olah Allah tidak tahu apa yang sudah terjadi dan tidak tahu tahu di mana mereka berada. Namun Allah memberi Adam dan Hawa, laki-laki dan perempuan, setiap kesempatan untuk datang kepada Allah. Dia membuka pintu untuk setiap mereka. Demikianlah pintu Allah terbuka bagi setiap orang. Setiap orang, betapa pun berdosanya, dapat datang kepada Allah. Tapi Allah meminta orang itu DATANG KEPADA-NYA! Ini adalah tindakan manusia!

Ayat 10 Manusia pergi kepada Allah dan menjawab, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut.” Manusia takut kepada Pencipta-nya dengan Siapa dia sebelumnya (berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun) berbicara dengan bebas dan berjalan-jalan. Alkitab tidak menceritakan berapa lama sebelum Iblis siap dengan rencana rayuannya. Apakah Anda, sebagai manusia, memiliki keberanian untuk mengakui diri sebagai orang berdosa dan memohon pertolongan Allah untuk dapat pergi kepada-Nya?

Ayat 11 Allah mengajukan pertanyaan, meskipun Dia tahu jawabannya, terserah manusia untuk memberikan pertanggungjawaban kepada Pencipta-nya. Pertanyaan pertama: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang?? Pertanyaan kedua: “Apakah engkau makan dari buah pohon yang Kularang engkau makan itu?

Ayat 12 Lihatlah betapa sombong dan pengecutnya laki-laki itu dan dia menambahkan hutangnya: Allah telah menanti hingga petang, Adam diberi waktu untuk merumuskan jawabannya dan untuk mengakui hutangnya. Jadi, manusia memiliki sepanjang hidupnya untuk berpikir tentang hidupnya dan untuk mengetahui dosa.
Laki-laki itu menyorongkan hutangnya kepada Allah. Tetapi Allah telah dengan JELAS memperingatkan Adam sebelumnya, jika kamu makan buah itu, maka kamu mati. Adalah pilihan bebas sepenuhnya untuk memilih antara Allah dan istrinya. Laki-laki itu bisa saja memilih Allah dan taat kepada-Nya dan TIDAK makan buah itu; tidak mendengarkan istrinya dan tidak makan buah itu. Allah sama sekali tidak bisa disalahkan. Allah telah melihat kesepian Adam dan memenuhi keinginan Adam akan seorang pendamping.
Tuduhan kesalahannya ada dua: Kepada Allah Yang telah memberinya seorang istri, dan kepada istrinya: istrinya yang telah memberinya buah itu. Ya, orang bisa beragumentasi: tapi bagaimana Adam bisa tahu bahwa itu adalah buah terlarang? Saya pikir kita bisa berasumsi bahwa buah ini berbeda bentuknya dari semua buah lainnya dan jadi bisa dikenali dengan jelas. Apel, jeruk, nanas, pir, dll. semuanya memiliki bau dan bentuknya sendiri! Jadi cukup jelas bahwa Adam membuat pilihan sadar.

Ayat 13 Tolong diperhatikan! Allah tidak masuk dalam diskusi dengan Adam. Allah sabar dan mengarahkan Diri-Nya kepada perempuan itu, yang kepadanya tuduhan diarahkan. Perempuan itu menunjuk kepada ular dan mengakui sebagian kesalahannya: aku teperdaya; dalam kecerobohan dan teperdaya, aku membiarkan diriku pergi dan lalu aku memakannya. Tapi jangan sampai kita melupakan situasinya. Oke, ular itu adalah ciptaan Allah, tetapi tidak wajar seekor ular berbicara. Hawa ada DI ATAS ular sebagai penguasa, dan seharusnya waspada. Oke, Hawa tidak memiliki pemahaman tentang yang baik dan yang jahat. Namun Allah telah memberi manusia kemampuan untuk memilih.

Ayat 14 Allah sekarang berkonsentrasi pertama-tama pada ular, dengan mengetahui bahwa di balik semua ini adalah Iblis. Sekarang ular dihilangkan kemampuan berjalannya (pada 2 atau 4 kaki) dan sejak saat itu akan menjalar (dengan perutnya). Timbul pertanyaan mengapa? Apakah seekor binatang memiliki pilihan untuk mengatakan tidak ketika setan memanfaatkannya? Saya kira begitu, dinyatakan bahwa ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang. Itu menunjukkan kecerdasannya!

Ayat 15 Allah menghakimi dan membuat janji: permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunan perempuan adalah semua anak yang lahir darinya, seluruh umat manusia. Keturunanmu adalah para malaikat yang jatuh tetapi juga siapa saja yang memilih melawan Allah. Siapa saja yang TIDAK mau mengakui diri sebagai seorang berdosa, setiap orang yang mengingkari keberadaan Allah sang pencipta, Pencipta-nya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu: dari keturunan Hawa akan lahir Putra Allah, Yesus Kristus. Engkau akan meremukkan tumit-Nya: Yesus Kristus dikhianati oleh Yudas, sesudah setan merasuki Yudas. Yesus wafat di salib. NAMUN Kristus telah meremukkan kepala (ular) dan bangkit dari antara orang mati dan naik ke Surga, di mana sekarang Dia duduk di sebelah kanan Allah.

Ayat 16 Si penggoda dan penyebabnya dihukum. Namun orang-orang tidak bebas, mereka telah membuat pilihan sukarela. Sekarang Allah berfokus pada perempuan. Dia teperdaya dan hukumannya adalah:

  1. Dengan kesakitan dia akan melahirkan anak-anaknya.
  2. Berahi kepada suaminya.
  3. Laki-laki akan berkuasa atasnya.

Perempuan yang tidak tunduk pada hukuman ini sebagai orang yang setia hanya bisa mengharapkan sedikit berkat dalam kehidupan dan perkawinannya. Bagaimanapun, ini adalah tunduk pada penghakiman Allah. Namun, laki-laki menganggap bahwa Yesus Kristus adalah kepalanya dan dalam Petrus dinyatakan bahwa laki-laki harus mengasihi istrinya.

Ayat 17-18 Sekarang Allah berfokus pada laki-laki, orang berdosa, yang memiliki pilihan bebas sepenuhnya. Allah mencelanya pertama-tama karena dia mendengarkan perkataan istrinya. Biarlah ini menjadi pelajaran. Kelak dalam penyelenggaraan keadilan oleh Allah (sesudah kematian) manusia akan dimintai pertanggungjawaban kepada siapa dia sudah mendengarkan. Tidak ada alasan: tetapi itu atau orang itu telah mengatakan kepadaku, telah menipu atau memperdayakanku. Orang memikul tanggung jawabnya sendiri. Tentu saja di zaman kita sekarang, orang memiliki beragam sumber yang berbeda untuk menyelidiki dan Roh Kudus kepada siapa kita menanyakan kebenaran!
Seluruh ciptaan terlibat dalam kutukan, yang sempurna sudah berlalu. Kematian mulai ada: penyakit dan cacat masuk ke dalam dunia. Onak, duri, ilalang, nyamuk, hama memasuki dunia. Tanpa kerja keras, bumi tidak lagi menghasilkan makanan. Kelaparan dan kemarau terjadi. Semua ini bukan salah Allah. Allah telah memperingatkan: Jika kamu makan buah itu maka kamu mati. Bagus, tetapi mengapa Allah tidak secara langsung mengakhiri hidup Adam dan Hawa secara jasmani? Tapi kita tidak memiliki pengetahuan mahatahu. Adam dan Hawa, tiap-tiap manusia beroleh kesempatan hidup kekal di surga selama hidupnya di bumi.

Ayat 19 Di bawah kerja keras menabur, membajak dan menuai, manusia akan memakan makanannya di masa mendatang. Manusia berasal dari debu tanah, dan manusia yang sama akan kembali menjadi debu. Entah orang dikubur di tanah, dan ia menjadi debu; entah melalui kremasi, yang dulu dilarang. Kremasi adalah membakar dengan api dan di masa silam membakar dengan api adalah hukuman dari Allah: api dari surga atas Mesir (Kel. 9:23), Sodom dan Gomora (Kej 19:21), Nadab dan Abihu (Im. 10:2), pemberontakan Korah (Bil. 16:35), orang Israel yang bersungut-sungut (Bilangan 11:1), dan orang-orang jahat lainnya (Hosea 8:14; Yeremia 17:27; Amos 7:4).

Ayat 20 Laki-laki itu memberi nama Hawa kepada istrinya.

Kejadian 3Di sini banyak yang membaca teks ini secara dangkal, tetapi ini adalah salah satu dari dua peristiwa terpenting dalam Alkitab. Dasar untuk yang kedua. Dalam ayat 7 manusia menyemat daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangan mereka, kekuatan pribadi manusia! Manusia mengira dirinya mampu membebaskan diri dari masalah, tetapi dengan solusi yang segera meluruh.
Jelas di ayat tersebut Allah tidak menerima solusi ini. Daun menjadi layu dan tidak lagi menutupi. Allah sendiri membunuh seekor binatang, membunuh seekor binatang yang tidak berdosa menggantikan manusia. Demikian pula, Yesus yang tanpa dosa dipaku di kayu salib dan disembelih untuk dosa-dosa manusia. Binatang itu tidak berhutang, Yesus tidak berhutang. Kesalahan manusia di sini dialihkan kepada binatang, hutang dialihkan dari orang percaya kepada Yesus di salib. Adam dan Hawa harus mengenakan kulit binatang selama sisa hidup mereka. Mungkin untuk masing-masing seekor binatang dibantai. Kulit binatang akan bertahan seumur hidup, bukan penutup sementara dari dedaunan yang menjadi layu. Satu kali Yesus membawa kurban yang berlaku selamanya.
Di sisa hidup mereka, Adam dan Hawa akan menyadari pilihan mereka yang salah, mulai dari dosa mereka hingga pakaian dari kulit binatang tak berdosa yang dibantai. Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa; Ibrani 9:22, digenapi di sini.
Tindakan manusia menutupi dengan dedaunan dibatalkan; manusia malang yang berpikir bahwa dia bisa melakukan penebusannya dengan pekerjaannya sendiri. Nasibnya dengan menolak solusi Allah adalah perpisahan kekal dari Allah sesudah kematian.Tindakan manusia menutupi dengan dedaunan dibatalkan; manusia malang yang berpikir bahwa dia bisa melakukan penebusannya dengan pekerjaannya sendiri. Nasibnya dengan menolak solusi Allah adalah perpisahan kekal dari Allah sesudah kematian.

Ayat 22 Manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari kita (Trinitas: Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus). Namun tidak setara dengan Allah; sama seperti yang dijanjikan pohon itu manusia hanya memiliki pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Manusia mati; Allah itu kekal, tanpa awal, tanpa akhir. Manusia memiliki awal.
Allah mengusir manusia dari taman Eden sehingga menjadi mustahil untuk makan dari pohon kehidupan. Buah ini akan membuat manusia tidak mungkin mati secara jasmani dan dengan demikian hidup abadi dalam dosa. Karena manusia belum makan buah ini, BUKAN BERARTI bahwa manusia tidak memiliki hidup yang kekal. Setiap manusia memiliki hidup yang kekal SESUDAH KEMATIAN, entah terpisah dari Allah, atau bersama dengan Allah. Di mana? Itu sepenuhnya bergantung pada pilihan yang dibuat manusia selama hidupnya di bumi. Pilihan bebas Adam dan Hawa berlanjut pada setiap individu dan adalah tanggung jawabnya SENDIRI!

Ayat 23-24 Manusia dihalau dari taman Eden dan untuk mengawasinya beberapa kerub (malaikat) ditempatkan di sana sehingga tidak ada lagi manusia yang bisa melalui jalan masuknya.

Kesimpulan akhir Kejadian 1, 2 dan 3

Teolog dan reformis Prancis John Calvin mengatakan dalam komentarnya tentang kitab Kejadian bahwa Musa telah menulis dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh bangsanya sendiri. Itu tidak terlalu mengherankan. Seorang guru sekolah dasar menjelaskan hal-hal berbeda dari seorang guru sekolah menengah. Seorang teknisi akan menggunakan bahasa yang sederhana, tanpa istilah teknis pada pertemuan orang awam. Dan pada pertemuan teknisi dia akan menggunakan jargon dan istilah teknis.
Pertanyaannya ialah bagaimana Musa menerima informasinya, itu yang tidak kita ketahui; bisa dari tradisi bertahun-tahun dari Adam. Musa dibentuk di Istana Firaun dan karena itu terampil dalam urusan kitab. Pada saat itu, pewarisan secara lisan dilakukan dengan sangat teliti melalui pengulangan yang akurat (seperti ahli-ahli Taurat di zaman Yesus). Sebaliknya, mungkin saja Musa (40 hari di atas gunung) telah mempelajari tentang penciptaan dan jatuhnya manusia ke dalam dosa langsung dari mulut Allah.
Bagi manusia, penciptaan secara detail dan waktunya (jumlah jam, hari, bulan, atau jam berapa) tidaklah penting. Kejadian 1-3 menceritakan penciptaan oleh Allah dan pilihan sadar manusia melawan Allah. Allah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, manusia memilih yang salah dan menjadi seorang berdosa. Kisah ini menceritakan bagaimana kemalangan, penyakit, dan kerja keras masuk ke dalam dunia. Kemungkinan besar akan memakan jutaan halaman jika penciptaan dijabarkan secara detail. Bukanlah informasi penting untuk mengatakan berapa lama Adam hidup sendirian, berapa lama di Firdaus sebelum pencobaan oleh ular. Namun informasi penting ada di sana dan bahwa Iblis adalah musuh Allah. Dan tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan.
Sekarang ini ada triliunan dolar yang dihamburkan percuma untuk mencari kehidupan di luar angkasa. Orang ingin menyangkal keberadaan Allah dan membuktikan bahwa ada peluang kehidupan di tempat lain di tata surya kita. Teleskop radio yang memindai alam semesta, berukuran miliaran tahun cahaya, mencari kehidupan di planet lain. Lebih baik jika uangnya dibelanjakan untuk mengatasi kekacauan di bumi, pencemaran lingkungan (pemerintahan yang buruk oleh manusia, meskipun ditunjuk oleh Allah sebagai penguasa) dan kelaparan.
Lagipula, mengapa mencari kehidupan di tempat lain; Allah mencegah pembuktiannya. Para pemuja setan menyembah setan dan roh-roh jahat, jadi ada kehidupan lain. Ada malaikat yang jatuh dan ada malaikat Allah. Kita membaca di Wahyu tentang bentuk-bentuk kehidupan lain (termasuk kuda dengan sengat).
Kejadian, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Wahyu diberikan oleh Allah kepada manusia, KARENA Allah INGIN manusia mengetahui asal usulnya dan masa depannya. Manusia adalah orang berdosa, dan tanpa pilihan sadar di hadapan Allah dalam hidup ini, sesudah kematian ada perpisahan abadi dari Allah dan siksaan untuk selamanya. Pilihan terserah manusia, ada banyak informasi, yang salah dan yang benar yang tersedia di toko buku dan di internet. Alkitab dan komentar tersedia secara gratis di internet. Manusia menghabiskan ratusan dolar untuk membeli ponsel dan biaya berlangganan. Ponsel bertahan 2-3 tahun, langganan berlaku satu bulan. Tetapi manusia tidak mau membeli Alkitab dan komentar, yang harganya jauh lebih murah tetapi mewakili nilai kekekalan. Lihatlah manusia!
Janganlah manusia menjadi sombong dan tidak bijaksana. Dalam Kitab Kejadian diberikan apa yang bisa dimengerti manusia dengan pengetahuannya. Lebih dari itu tidak perlu, kecuali orang ingin menyangkal Allah dan Dosa secara sadar.

Kejadian 4: Kain dan Habel

Ayat 1 Adam bersetubuh dengan Hawa, istrinya, dan Hawa melahirkan Kain. Bab ini menunjukkan bahwa Hawa sebelumnya sudah bersetubuh dengan suaminya, karena dari ayat 14 tampak bahwa beberapa orang sudah ada di bumi dan dari ayat 17 tampak bahwa Kain menikah, jadi Hawa telah melahirkan saudari-saudari perempuan. Dalam ayat ini terutama dibicarakan tentang garis keturunan Kain.

Ayat 2-5 Berapa lama kemudian saudara laki-laki, Habel, dilahirkan tidak dikatakan. Habel menjadi gembala dan Kain menjadi petani. Keduanya mempersembahkan kurban persembahan kepada Tuhan Allah. Tak diragukan lagi dalam 2:21 Adam mengerti arti kurban binatang yang tak berdosa dan bahwa tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa. Adam pastilah sudah menjelaskan ini kepada anak-anaknya. Demikian pula kita sebagai orang tua Kristen wajib menjelaskan dosa dan arti wafat dan kebangkitan Yesus Kristus kepada anak-anak kita.
Kain mempersembahkan kurban dari pekerjaannya SENDIRI! Hasil tanah. Dari apa yang dikatakan orang tuanya kepadanya bahwa Allah telah menolak dedaunan sebagai penutup ketelanjangan mereka, pekerjaan mereka sendiri, Kain tahu sebelumnya bahwa ini tidak menyenangkan Allah. Adalah kedegilan dan keanehan Kain bahwa dia berpikir kurbannya akan menyenangkan Allah. Demikian juga halnya dengan manusia modern, yang berpikir dia bisa menyenangkan Allah dengan pekerjaannya sendiri. Allah telah menyatakan dengan jelas bahwa tanpa penumpahan darah, kurban melalui wafat Putra-Nya, Yesus Kristus, TIDAK ADA pengampunan yang dapat terjadi. Jika ini ditolak, maka, seperti halnya Kain, orang akan harus menanggung akibatnya.
Habel, sebaliknya, bisa dikatakan, juga mempersembahkan kurban dari pekerjannya sendiri: anak sulung kambing dombanya. Namun di sini ajaran dari 2:21 berlanjut: penyembelihan binatang yang tidak berdosa. Pengakuan bahwa diri sendiri tidak mampu mendapatkan keselamatan dan rekonsiliasi dengan Allah. Sesuatu yang ditolak keras oleh Kain. Hasilnya adalah kurban Habel diterima Allah, dan logis kurban Kain ditolak Allah. Oleh karena itu, muka Kain yang muram dan hatinya menjadi sangat panas kepada Allah adalah sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Ayat 6-7 Tuhan Allah berbicara menegur Kain tentang sikapnya: Apakah hatimu yang panas dan mukamu yang muram itu benar? Apakah orang tuamu tidak mengajarimu tentang kurban yang benar, tidak memberitahumu bagaimana Aku mengorbankan binatang yang tidak berdosa sebagai pendamaian atas dosa mereka dan menolak dedaunan mereka? Apakah engkau sudah bertindak benar dengan membawa hasil tanah? Tetapi jika engkau sudah bertindak salah, tidakkah kau sendiri merasa bersalah bahwa Aku telah menolak kurban persembahanmu? Engkau tahu dengan SANGAT BAIK mengapa Aku menolak kurbanmu, dosa sudah mengintip di depan pintu! Kau sama sekali tidak punya alasan untuk marah.
Biarlah ini menjadi pelajaran bagi manusia. Alkitab mengajarkan dari Kejadian sampai Wahyu bagaimana pandangan Allah tentang dosa. Bahwa Allah TIDAK menoleransi dosa. Bahwa satu-satunya pengampunan dosa adalah melalui iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Penolakan berarti hukuman: Orang-orang Yahudi yang dibuang ke Babel, keluar dari Israel, orang-orang bukan Yahudi yang akan mengalami akibatnya pada masa Tribulasi Besar. Dan semua orang yang berdegil dalam menolak solusi Allah: hukuman selamanya di Lautan Api. Allah adalah Kasih, menyingkapkan solusinya melalui Yesus Kristus. Allah adalah api yang menghanguskan bagi orang yang menolak solusi Allah! Allah tidak menoleransi dosa!

Ayat 8 Kain telah diperingatkan oleh Allah dan Allah telah dengan jelas menyatakan kepadanya MENGAPA Dia menolak kurban persembahan Kain. Betapa berdegilnya Kain: dia tidak bertobat. Alasannya sudah diterangkan dengan jelas kepadanya! Kain berdegil dan lanjut ke dosa yang jauh lebih besar, menjadi pembunuh berdarah dingin dan dengan PREMEDITASI. Dia mengajak saudaranya Habel pergi ke padang dan membunuhnya. Pembunuhan berencana.
Ketika seseorang secara sadar berbuat dosa dan terus melakukannya, maka dia merosot dari buruk menjadi lebih buruk. Kriminal, yang tidak bertobat di penjara, jatuh ke dalam kejahatan yang lebih besar. Perampokan bersenjata mengarah pada pembunuhan. Menolak apa yang diajarkan Alkitab mengarah pada pernyataan 'tetapi itu tidak tertulis dalam Alkitab,' mengarah pada perzinahan, seks sebelum menikah, perkawinan sesama jenis, pedofilia, pencurian, pembunuhan, dan lain-lain.

>Ayat 9-10 Sesudah pembunuhan itu, Allah mengunjungi Kain lagi dan bertanya kepadanya: Di mana adikmu itu? Adam pastinya sudah memberitahu anak-anaknya tentang jatuhnya dalam dosa. Bagaimana dia merasa dirinya tidak bersalah dengan menolak rasa bersalah. Kain belum belajar dari sana: dia merasa dirinya tidak bersalah, dia menjawab: Aku tidak tahu! Betapa dia sudah berbohong.
Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. Tidak tahu bagaimana menjelaskan ini. Ciptaan dikutuk dengan dosa Adam. Mungkinkah ciptaan berteriak kepada Allah sekarang karena dosa serius lainnya, yaitu pembunuhan berencana, telah dilakukan?

Ayat 11-12 Sekarang Kain dikutuk. Adam dihukum dengan harus bersusah payah untuk bisa makan hasil tanah. Betapa bodohnya Kain bahwa dia berpikir dia akan tetap tidak dihukum. Betapa bodohnya orang yang berpikir bahwa Allah tidak ada, bahwa Allah tidak melihat perbuatannya, bahwa dia bisa berbuat salah tanpa mendapat hukuman dan menolak Alkitab.
Awalnya, seorang pengacara bisa menyangkal hutang kliennya. Tetapi jika bukti diberikan dengan jelas, dia mengemukakan keadaan pelakunya. Hakim bisa menghakimi dengan tidak adil. Namun, setiap manusia akan berdiri di hadapan Hakim Allah sesudah kematian. Kemudian penghakiman akan dijatuhkan dan setiap orang, yang tidak percaya dan yang percaya, akan harus memberikan pertanggung-jawaban kepada Allah atau Yesus Kristus tentang perbuatannya di bumi.
Hukuman yang diterima Kain adalah kendati bersusah payah mengusahakan tanah, tanah tidak akan memberikan hasil sepenuhnya. Panenan tumbuh bersama semak duri dan rumput duri. Ada kemungkinan Adam dan anak-anaknya tinggal di kemah-kemah dan memiliki rumah permanen. Kain dihukum menjadi seorang pengembara, seorang pelarian bagi saudara-saudara laki-laki dan perempuannya. Tetapi mungkin juga bagi orang tuanya.

Ayat 13-14 Kain mengerti dan menyadari bahwa orang akan membunuhnya. Tapi lihatlah sikapnya, tidak ada pertobatan, hanya mengasihani diri sendiri. Tuduhan ditujukan kepada Allah: Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini, aku akan menjadi seorang pengembara dan pelarian. Bagaimana manusia, bagaimana si penjahat: Mengaku bersalah dan menerima hukuman, atau menyalahkan keadaan dan menolak hukuman? Apakah manusia menerima bahwa dia adalah orang berdosa, dan ketika orang menolak perintah Allah dia pantas dihukum?

Ayat 15 Namun demikian Allah berbelas kasihan. Allah dengan jelas menyatakan bahwa pembunuhan adalah kejahatan serius, barangsiapa TIDAK menghormati Allah dan hukuman-NYA, Allah akan membalaskan tujuh kali lipat. Barangsiapa yang membunuh Kain, yang tidak menghormati hukuman Allah, akan mengalami pembalasan Allah. Bagaimana Allah memberitahukan hal ini kepada orang tua, saudara dan saudari, Alkitab tidak menjelaskannya. Juga tidak dijelaskan tanda apa yang Allah berikan kepada Kain.
Keluaran 20:5 menyatakan bahwa Allah membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Allah. Jadi Allah tidak membalaskan lebih dari keturunan keempat. Oleh karena itu, saya menganggap tidak mungkin bahwa tanda Kain adalah warna kulit seorang negro.

Ayat 16 Kain meninggalkan negeri tempat orang tua dan keluarganya tinggal. Kata Nod berarti mengembara.

Ayat 17 Kain mungkin sudah menikah sebelum dia melakukan pembunuhan. Tidak mungkin seorang saudara perempuan mau menikah dengannya sesudah dia melakukan pembunuhan dan Allah telah mengutuknya sebagai seorang pengembara. Apakah dia sudah memiliki anak-anak tidaklah penting, tetapi sekarang diceritakan garis keturunan khusus yang lahir dari persatuan ini.
Kain membangun sebuah kota untuk dirinya sendiri, tidak menerima penghakiman Allah bahwa dia akan menjadi seorang pengembara. Apakah dia membangun kota dengan tembok benteng, karena takut dibunuh? Siapakah yang membangun kota ini? Dengan bantuan saudara-saudaranya, sangat tidak mungkin mereka membantu pembunuh saudara mereka Habel. Jadi dia sendiri punya banyak keluarga?

Ayat 18-19 Manusia itu keras hati dan berdegil dalam dosa. Sama sekali tidak menghormati Allah. Di 2:24 Allah telah dengan jelas memberikan perintah-Nya: seorang laki-laki akan bersatu dengan (satu) istrinya. Suatu hubungan 1 dengan 1 antara laki-laki dan perempuan. BUKAN satu laki-laki dengan beberapa perempuan (atau satu perempuan dengan beberapa laki-laki), juga bukan laki-laki dengan laki-laki ataupun perempuan dengan perempuan. Lamekh melakukan dosa besar, menolak perintah Allah dan mengambil DUA perempuan bagi dirinya sendiri.

Ayat 20-22 Sudah jelas.

Ayat 23-24 Betapa sombongnya Lamekh. Dia membunuh seseorang, meskipun tahu contoh hukuman Allah atas Kain, dan meninggikan dirinya sendiri bahwa dia akan dibalaskan 77 kali lipat jika seseorang menjamahnya. Betapa angkuh, dia mengambil alih tempat Allah di sini, berpikir bahwa dia lebih dari Allah!

Ayat 25-26 Kita bisa berasumsi bahwa Adam dan Hawa sering melakukan hubungan seksual dan Hawa mengandung banyak anak, yang mengenainya hanya diberikan sedikit gambaran di Kejadian 5. Hawa melihat anak pengganti Adam dalam diri Set. Dari Set dilahirkan Enos, sebuah keluarga yang mulai memanggil nama Tuhan. Kita bertanya-tanya apakah ini berarti anak-anak laki-laki dan perempuan lainnya hidup dalam dosa dan mengucapkan selamat tinggal kepada Allah.

Kejadian 5: Keturunan pertama

Ayat 1-2 Jelas bahwa silsilah lengkap Adam dan Hawa tidak diberikan di sini. Kain hanya bisa menikah jika Adam dan Hawa sudah memperanakkan saudara-saudara perempuan. Di sini daftar terbatas dari penciptaan Adam dan Hawa hingga Air Bah. Di mana umat manusia sekali lagi dibatasi, dan umat manusia dilahirkan hanya dari satu pasangan: Nuh dan istrinya.

Ayat 3-32 Adam berumur 130 tahun ketika Set dilahirkan. Dari 4:25 kita tahu bahwa ini adalah anak pengganti Habel. Jadi pembunuhan Habel terjadi sekitar waktu itu.

Adam ke Seth130 tahun
Set ke Enos105 tahun
Enos ke Kenan90 tahun
Kenan ke Mahalaleel70 tahun
Mahalaleel ke Yared65 tahun
Yared ke Henokh162 tahun
Henokh ke Metusalah65 tahun
Metusalah ke Lamekh187 tahun
Lamekh ke Nuh182 tahun
Total Adam sampai Nuh1056 tahun

Pertanyaannya adalah apakah mereka semua adalah anak sulung. Jika demikian, maka waktu dari Adam sampai air bah adalah: 1056 tahun ditambah 600 tahun (Nuh sampai air bah) sekitar 1650 tahun.

Ayat 24 Henokh hidup bergaul dengan Allah. Oleh karena itu, gaya hidupnya sangat luar biasa; hidup yang tanpa dosa, pengabdian dan ketaatan yang sempurna kepada Allah? Dia tidak ada lagi, sebab dia telah diangkat oleh Allah. Henokh TIDAK mengalami kematian. Hukuman atas dosa, yakni maut, tidak diterapkan padanya. Dia langsung diangkat ke firdaus. Adam, Hawa, dan semua anak mereka yang lain mengalami hukuman dosa dan semuanya mati. Hanya Musa dan Elia adalah dua orang lainnya yang tidak mengalami kematian dan langsung ke firdaus. Musa dan Elia akan kembali ke bumi pada akhir Tribulasi Besar dan kemudian akan mati (Wahyu 11).

Kejadian 6: Riwayat Nuh dan Air Bah

Ayat 1-2 Anak-anak Allah. Siapakah mereka? John Calvin, seorang reformator Prancis, menyangkal bahwa mereka adalah malaikat yang jatuh. Secara pribadi, memang menurut saya mereka adalah malaikat yang jatuh. Bukti yang bagus mengenai anak-anak Allah bisa: anak-anak Tuhan and zonen van god (Belanda) ditemukan antara lain:
Titik lemahnya adalah bahwa Matius 22:30 mengatakan, "Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga." Namun kelemahan argumentasi ini bisa dielakkan dengan pernyataan bahwa teks tersebut tidak menyatakan bahwa “malaikat tidak bisa kawin.” Sebaliknya, teks mengatakan bahwa malaikat tidak kawin. Kedua, Matius 22:30 berurusan dengan "malaikat di surga". Jadi ini bukan tentang malaikat yang jatuh, yang tidak mengkhawatirkan tatanan ciptaan Allah dan secara aktif berusaha menggagalkan rencana Allah. Fakta bahwa malaikat suci Allah tidak kawin dan tidak melakukan hubungan seksual tidak berarti bahwa hal yang sama juga berlaku untuk Iblis dan setan-setannya.
Masuk akal bahwa malaikat bisa mengambil bentuk manusia, sehingga mereka bisa meniru seksualitas manusia dan bahkan mungkin bereproduksi. Mengapa para malaikat tidak lebih sering melakukan ini? Tampaknya Allah memenjarakan para malaikat yang melakukan dosa jahat ini supaya para malaikat yang jatuh lainnya tidak melakukan hal yang sama (seperti dijelaskan dalam Yudas 1:6). Para penerjemah Yahudi awal dan teks-teks apokrif dan pseudopigrafa dengan suara bulat percaya bahwa "anak-anak Allah" dari Kejadian 6:1-4 adalah para malaikat yang jatuh. Artinya perdebatan ini jauh dari kata selesai, tetapi posisi Kejadian 6:1-4 yang mengisahkan para malaikat yang jatuh dan manusia perempuan memiliki dasar kontekstual, tata bahasa dan historis yang kuat (sumber akhir)
Roh Kudus telah membuahi Perawan Maria, jadi menurut saya adalah mungkin bahwa para malaikat bisa melakukan hubungan seksual. Dari buku-buku Rebecca Brown jelas bahwa setan membuat para perempuan hamil dan anak-anak mereka yang lahir dikurbankan untuk setan. Ada banyak gereja setan di hampir setiap negara di dunia. Di sana anak-anak dikurbankan dan banyak perempuan dilecehkan secara seksual. Pelecehan ini sangat kejam, setani. Melalui mana perempuan-perempuan bisa hamil oleh setan? Itulah sebabnya anak-anak Allah merujuk ke sebagian setan yang jatuh, yang dimasukkan ke dalam neraka oleh Allah (sebelum waktunya) karena tindakan ini.

Ayat 3 Anak-anak perempuan (manusia) secara sukarela memberikan diri mereka kepada malaikat-malaikat yang jatuh ini, seperti yang juga terjadi sekarang ini di gereja setan. Di sini kita melihat pengulangan masa bah yang jelas. Kita hidup di zaman akhir, murka Allah sudah dekat. Namun, Allah telah membuat perjanjian (pelangi) untuk tidak menghancurkan bumi lagi dengan air bah. Tetapi, Tribulasi Besar dengan malapetaka ketujuh meterai (Wahyu 6 dan 8) dan keenam sangkakala (Wahyu 8 dan 9) akan segera terjadi dan umat manusia akan sekali lagi mengalami murka Allah atas kejahatan manusia. Perkawinan homoseksual, pedofilia, perzinahan dan seks bebas, seks dengan setan dan roh-roh jahat, seks dengan binatang, dan seterusnya, semua hal seperti sebelum Air Bah terulang kembali.

Ayat 4 Anak-anak yang lahir dari persatuan ini tidak normal, mereka adalah raksasa. Orang-orang yang pernah melihat malaikat Allah mengatakan bahwa tingginya sekitar 3 meter. Jadi jika anak-anak yang lahir dari para malaikat yang jatuh ini adalah raksasa, tidaklah mengherankan.
Mereka ini orang-orang yang kenamaan; kenamaan tidak hanya berarti penampilan mereka, tetapi juga karakter kekejaman (setani) mereka.

Ayat 5 Manusia sudah meninggalkan Pencipta dan Allah-nya. Sekarang ini tidak lebih baik. Pemerintah-pemerintah tidak lagi menghormati hukum Allah, orang-orang masuk penjara jika mereka tidak mengikuti dosa pemerintah (orang tidak bisa lagi mengecam homoseksualitas dan pedofilia). Firman Allah, Alkitab, ditiadakan maknanya. Jelas sekali bahwa pikiran manusia hanyalah kejahatan. Orang berusaha untuk sepenuhnya menyangkal keberadaan Allah dan memberikan kebebasan penuh kepada manusia. Namun pada zaman Nuh, manusia diperingatkan melalui pembangunan bahtera dan khotbah Nuh. Dalam Matius 24:37-38, Yesus berkata bahwa zaman Nuh akan berulang.

Ayat 6 Maka menyesallah Tuhan bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu memilukan hati-Nya. Itu sendiri adalah hal yang aneh, karena Allah itu Mahatahu dan memiliki pengetahuan sebelumnya tentang apa yang akan terjadi. Kita sebagai manusia tidak bisa memahami dan menjelaskan ini. Manusia terbatas pikirannya dan kita tidak bisa memahami hal-hal Ilahi. Tidak ada gunanya memberikan penjelasan di sini.
Adalah tanggung jawab manusia untuk menentukan pilihan yang baik atau yang jahat. Jadi tepat sesudah penciptaan, bumi pastilah kelihatan indah. Adam hidup 930 tahun. Dari tangan pertama dan secara pribadi semua anaknya dan keluarganya bisa mendengar tentang bagaimana Allah menciptakan bumi dan segala sesuatu yang hidup; tentang pilihan salah yang dia buat dengan konsekuensinya. Manusia tidak punya dalih sama sekali. Bagian umat manusia yang memilih Allah akan menerima hidup yang kekal di surga. Manusia tidak bisa menyalahkan Allah ketika dia TIDAK masuk surga, itu adalah pilihan pribadi manusia. Setiap orang yang percaya memiliki pilihan bebas untuk hidup demi kehormatan dan kemuliaan Allah, menaati perintah Allah dan hidup di bawah kuasa Roh Kudus; atau tetap hidup di dunia, tidak tunduk pada perintah Allah dengan konsekuensi tertinggal di bumi saat Pengangkatan Gereja dan dalam Tribulasi Besar memiilih Yesus. Atau memilih Iblis, Anti-Kristus dan menerima tanda 666 dengan konsekuensi hidup kekal di lautan api. Pilihannya benar-benar merupakan pilihan bebas manusia; tetapi pilihan yang salah akan mendatangkan kesedihan bagi Allah.

Ayat 7 Allah menghakimi. Seluruh ciptaan akan dihancurkan. Mengapa tidak hanya manusia, tidak ada penjelasan untuk itu. Namun pilihan jahat manusia memiliki konsekuensi langsung terhadap ciptaan, pepohonan, binatang, burung-burung. Sekarang bumi menderita akibat dampak dari pencemaran lingkungan, manusia sepenuhnya bertanggung jawab untuk itu.

Ayat 8-9 Meskipun Nuh hidup di tengah orang-orang yang jahat (selama 600 tahun), ia tetap memilih hidup taat kepada Allah.
Bagaimana keadaan bangsa Israel sesudah keluar dari Mesir? Penuh dengan pemberontakan melawan Allah mereka, mengeluh mengenai tidak ada air, tidak ada daging, tidak percaya akan kuasa Allah dan tidak menguasai tanah terjanji karena takut. Hukuman Allah: 40 tahun di padang gurun. Allah tidak menoleransi dosa. Mengatakan "Allah adalah Kasih, Dia tidak menghukum" adalah menipu diri sendiri. Air bah dan hukuman di padang gurun adalah bukti nyata bahwa Allah tidak menoleransi dosa dan Allah MENGGUGAT dosa. Hidup dalam dosa oleh orang yang tidak percaya maupun orang yang percaya memiliki konsekuensi. Nuh hidup benar dan tidak bercela. Demikianlah orang beriman harus hidup jika dia ingin masuk surga. Matius 24 dan Matius 25 sudah jelas!

Ayat 10 Nuh mungkin memberikan pendidikan dan teladan yang baik kepada ketiga anak laki-lakinya.

Ayat 11-12 Betapa rusaknya umat manusia: penuh kehancuran dan kekerasan. Namun sekarang ini, tidak ada bedanya. Dunia penuh dengan kemiskinan, narkoba, kekerasan, pembunuhan, perang, perampokan, perzinahan, pencemaran lingkungan; orang tidak mau berurusan dengan Allah, memilih setanisme, semuanya melawan Allah. Orang ingin menjadi bos bagi dirinya sendiri, tidak menghargai orang lain sama sekali, apalagi Allah. Ya, kita menghidupkan kembali zaman Nuh.

Ayat 13 Allah mengungkapkan kepada Nuh apa yang akan Dia lakukan. Orang yang ingin mengenal Allah tahu dari Alkitab apa yang Allah kehendaki dan apa yang akan terjadi pada bumi. Orang percaya tidak dibiarkan tidak tahu. Daniel dan Wahyu sudah jelas. Injil berbicara dengan bahasa yang jelas. Manusia tidak dibiarkan dalam ketidaktahuan. Manusia bersalah, manusia bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di bumi. Allah memberitahu Nuh bahwa bumi akan dimusnahkan. Wahyu sudah jelas: Allah akan memusnahkan bumi lagi dengan orang-orangnya saat Tribulasi Besar. Namun, kali ini adalah akhir yang pasti. Tidak ada penyelamatan seorang Nuh bersama keluarganya. Keselamatan itu terjadi melalui bahtera: Gereja Yesus Kristus. Gereja Kristus akan menemukan keselamatannya di surga. Hanya mereka yang tertulis dalam Kitab Kehidupan yang akan menemukan kehidupan baru di Bumi Baru.

Ayat 14-16 Allah memberikan tugas kepada Nuh: membangun bahtera dari kayu gofir. Ini adalah satu-satunya tempat di Alkitab yang berbicara tentang gofir. Jenis kayu apa itu, hanya bisa kita tebak. Kayu keras, kayu cypress, yang dianggap sangat ringan namun kuat dan sering digunakan dalam pembuatan kapal dan biasa ditemukan di Asia dan Persia.
Petunjuk dari Allah jelas, bagaimana tepatnya bahtera harus dibangun dengan berapa banyak lantai, petak-petak, panjang, lebar dan tinggi.
Wikipedia: Tidak jelas berapa panjang hasta yang disebutkan dalam Alkitab dan kitab-kitab hadits (ziraa), misalnya dalam ukuran bahtera Nuh. Menurut prasasti Siloam, Terowongan Siloam yang digali Raja Hizkia untuk menyediakan air bagi Yerusalem panjangnya 1.200 hasta. Ada sejumlah pengukuran baru-baru ini atas terowongan tersebut yang bervariasi antara 512,5 dan 533 meter. Itu berarti satu hasta adalah antara 42,6 dan 44,4 sentimeter. Ada juga ilmuwan yang mengatakan bahwa hasta yang digunakan dalam Alkitab adalah 49,5 atau 52,5 sentimeter.
300 hasta kali 44 cm berarti panjangnya 132 meter. 50 hasta kali 44 cm berarti lebarnya 22 meter. 30 hasta kali 44 cm berarti tingginya 13 meter.
Beberapa orang mengatakan bahwa Musa melakukan kesalahan dengan ukuran. Namun ini tidak mungkin. Musa adalah seorang terpelajar, dibesarkan di istana Firaun, tidak diragukan lagi dia akrab dengan pembangunan piramida; apalagi diilhami oleh Allah. Menurut beberapa orang, ukuran ini tidak cukup untuk menampung semua binatang yang dikurung (selama tiga belas bulan) dalam ruang yang sempit. Masalahnya adalah bahwa tidak ada pengetahuan tentang berapa panjang hasta seperti yang dijelaskan oleh Musa. Di sisi lain, itu juga tidak penting. Informasinya adalah Allah punya rencana untuk keselamatan manusia dan ciptaan. Nuh dan keluarganya, yang hidup benar dan tidak bercela, diselamatkan bersama segala binatang. Nuh dan keluarganya diselamatkan atas dasar PERCAYA. Mereka percaya pada apa yang akan Allah lakukan. Orang yang menerima rencana keselamatan Allah diselamatkan. Orang yang tidak percaya pada apa yang akan Allah lakukan, tidak menerima rencana keselamatan Allah melalui Yesus Kristus, dia akan binasa dan tidak masuk surga.

Ayat 17 Allah memutuskan, orang-orang di bumi kendati semua pengajaran dan teladan Adam dan Hawa, mereka tetap jahat. Mereka tidak ingin berurusan dengan Allah, tidak memberikan kepada Allah penghormatan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh-Nya, bahwa semua makanan berasal dari Allah. Mereka lebih cenderung menyerah pada Iblis dan setan. Sekarang tidak berbeda, semuanya melalui kekuatan manusia, orang menyerah pada kejahatan, Iblis dan setan. Pemerintah-pemerintah tidak lagi memperhitungkan Allah dan memberikan kepada manusia semua kebebasan. Akibatnya ialah krisis ekonomi, kekerasan, kecanduan narkoba, alkohol dan ketidakadilan, korupsi. Juga sekarang keputusan Allah sudah pasti untuk orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan hidup di bawah kuasa Roh Kudus, dan untuk orang yang memilih kehidupan duniawi dengan kesempatan kedua dalam Tribulasi Besar. Jika orang memilih Anti-Kristus dan tandanya maka dia akan binasa selamanya.

Ayat 18 Allah tidak memusnahkan orang benar. Allah menyelamatkan Lot dan keluarganya dari Sodom. Dari waktu ke waktu Allah menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan dan pembuangan. Syaratnya: bertobat kepada Allah. Allah membuat perjanjian dengan Nuh untuk keselamatan. Sekarang Allah membuat perjanjian dengan setiap orang yang menerima PutraNya Yesus Kristus sebagai Juruselamat atas dosanya dan yang mau hidup di bawah kuasa Roh Kudus; yaitu kehidupan yang suci.

Allah menghendaki manusia hidup untuk menghormati Pencipta-nya; menyembah-Nya saja dan memberi-Nya semua kehormatan. Karena di sini jelas terlihat bahwa manusia meninggalkan Allah; kita tahu dalam Pentateukh bahwa Allah menyisihkan bagi diri-Nya suatu bangsa, bangsa Israel. Yesus mengajar dari Perjanjian Lama, karena Perjanjian Baru belum ada. Oleh karena itu, aturan-aturan yang Allah berikan kepada bangsa Israel juga berlaku bagi umat Kristen. Kepada umat ini, Dia memberikan petunjuk untuk hidup menghormati Dia dan hidup suci.
The first commandment we saw in Genesis 2:24:
Perintah yang pertama kita lihat dalam Kejadian 2:24:
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Kemudian dalam Keluaran 20, Allah memberikan kesepuluh perintah Allah:

  1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
  2. Jangan menyembah patung dan orang suci.
  3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan.
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu.
  5. Hormatilah ayahmu dan ibumu.
  6. Jangan membunuh.
  7. Jangan berzinah.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.

Umat Allah (orang Israel dan orang Kristen) disisihkan oleh Allah dan dipanggil untuk hidup suci dan menunjukkan kepada orang-orang yang tidak percaya bahwa mereka adalah umat yang hidup demi kehormatan dan kemuliaan Allah. Perintah khusus diberikan di sini dan di Imamat.

Di atas adalah rangkuman dari kekudusan yang paling penting dalam kehidupan seorang Kristen sehubungan dengan ajaran Yesus dari Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru, seorang Kristen menerima lebih banyak pendidikan melalui Yesus sendiri dan melalui surat-surat para rasul, antara lain Galatia 5:16-22:
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan.

Kejadian 6 ayat 19-20 Hanya dapat terjadi reproduksi laki-laki dan perempuan, oleh karena itu sepasang semua hewan. Allah-lah yang memilih dan menentukan. Allah-lah yang menentukan pasangan yang mana dan Dia mengirim mereka ke bahtera. Bukan Nuh yang harus menangkap burung, membawa binatang melata ke dalam bahtera, menangkap sepasang dari setiap binatang. Satu pasangan akan datang kepada Nuh dan memasuki bahtera sendiri.
Adalah Yesus Kristus yang datang di awan-awan saat Pengangkatan-Nya untuk mendapatkan Gereja dan membawa Gereja ke Surga; bukan orang percaya itu sendiri. Orang percaya diambil dan dibawa ke keselamatan; bebas dari segalanya sebelum Tribulasi Besar dimulai.

Ayat 21 Nuh mendapat petunjuk tentang jumlah makanan yang harus dia bawa ke dalam bahtera. Allah tahu berapa lama mereka akan tinggal di bahtera, tiga belas bulan (7:11 dan 8:14).

Ayat 22 Nuh tidak keras kepala, dia mengandalkan dan sepenuhnya percaya kepada Allah. Dia menaati semua perintah yang diberikan oleh Allah. Bagaimana manusia sekarang ini, apakah dia percaya kepada Yesus Kristus? Dan setelah percaya, apakah dia terus hidup di dunia? Atau taat dengan hidup di bawah kuasa Roh Kudus dan taat dengan menjalani kehidupan yang kudus?

Kejadian 7: Bahtera Nuh

Verse 1 Ayat 1 Oleh kenyataan bahwa Allah mendapati Nuh benar, hanya Nuh yang diselamatkan bersama istri-istrinya dan anak-anaknya bersama istri-istri mereka. Hanya orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang didapati benar oleh Allah dan memperoleh keselamatan. Baru sesudah itu orang lolos dari penghakiman Allah.
Allah memerintahkan Nuh untuk memasuki bahtera bersama keluarganya. Suatu langkah iman, karena TIDAK ADA yang tampak sebagai hujan yang akan menutupi seluruh bumi dan menghancurkan segalanya. Demikian juga sekarang TIDAK ADA yang dilihat manusia. Sekarang ini zaman Nuh berulang, manusia mengolok-olok Allah, melanggar perintah-Nya dan berpikir bahwa tidak ada Allah dan Allah tidak akan menghukum; sampai Tuhan Yesus Kristus datang untuk mengumpulkan Gereja-Nya, maka orang akan menyadari bahwa banyak orang yang tiba-tiba menghilang. Kendati demikian, banyak yang tidak mau percaya dan banyak yang akan berdegil dalam ketidakpercayaan mereka. Mereka akan menerima tanda binatang itu, terlepas dari semua bencana yang terjadi di bumi dan nasib mereka adalah penghakiman Allah sesudah kematian.

Ayat 2-3 Nuh harus mengambil 7 pasang dari semua binatang yang tidak haram dan burung-burung. Sepasang supaya ia bisa bereproduksi sendiri nanti sesudah Air Bah. Mengapa tujuh? Karena nantinya binatang-binatang yang tidak haram ini akan dijadikan kurban penghapus dosa. Binatang haram tidak bisa dijadikan kurban penghapus dosa. Nuh harus mengambil satu pasang dari binatang yang haram ini

Ayat 4 Nuh pastilah sudah memasuki bahtera dan menunggu tujuh hari sebelum hujan menyelimuti bumi. Iman dan kesabaran dituntut di sini. Demikian juga seorang percaya harus bertekun dalam iman selama hidupnya. Orang yang bertekun dalam hidupnya di bawah bimbingan Roh Kudus, menerima hidup yang kekal di Surga.
Allah akan menurunkan hujan selama empat puluh hari empat puluh malam. Manusia tidak mati seketika, air akan naik perlahan-lahan, orang akan melarikan diri ke pegunungan. Mereka akan mengetahui bahwa Nuh telah mengatakan kebenaran. Pada akhirnya air akan menyelimuti seluruh bumi, orang akan mencoba berenang, tetapi mati karena tenggelam dan kelelahan.Ayat 4 Nuh pastilah sudah memasuki bahtera dan menunggu tujuh hari sebelum hujan menyelimuti bumi. Iman dan kesabaran dituntut di sini. Demikian juga seorang percaya harus bertekun dalam iman selama hidupnya. Orang yang bertekun dalam hidupnya di bawah bimbingan Roh Kudus, menerima hidup yang kekal di Surga.
Allah akan menurunkan hujan selama empat puluh hari empat puluh malam. Manusia tidak mati seketika, air akan naik perlahan-lahan, orang akan melarikan diri ke pegunungan. Mereka akan mengetahui bahwa Nuh telah mengatakan kebenaran. Pada akhirnya air akan menyelimuti seluruh bumi, orang akan mencoba berenang, tetapi mati karena tenggelam dan kelelahan.

Ayat 5 Nuh taat sempurna dan melakukan SEGALA SESUATU yang diperintahkan Allah kepadanya. Manusia harus menaati Allah:

  1. Mengakui diri sebagai seorang berdosa dan mengakui tidak mampu menebus dirinya sendiri
  2. Menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan
  3. Melepaskan hidup duniawi dan menempatkan hidupnya di bawah kuasa Roh Kudu
  4. Hidup demi kemuliaan Allah dan menaati perintah Allah dan untuk bersaksi

Ayat 6 Berapa lama Nuh mengerjakan pembangunan bahtera, tidak ada kepastian mengenai hal ini. Kejadian 11:10 mengatakan bahwa Sem berumur 100 tahun, 2 tahun sesudah air bah. Jadi Sem lahir 98 tahun sebelum air bah. Nuh berumur 600 tahun ketika air bah datang. Dari 6:10-13 dapat disimpulkan bahwa pembangunan bahtera dimulai 98 tahun sebelum air bah, atau mungkin kurang, dan dimulai sesudah kelahiran ketiga anaknya.
Pembangunannya pastilah berlangsung cukup lama. Saat itu belum ada gergaji logam; alat apa yang dipergunakan Nuh, kita tidak tahu. Lukisan-lukisan bahtera Nuh menggambarkan sebuah bahtera dengan papan-papan. Itu tidak mungkin. Mungkin Nuh menggunakan batang-batang pohon utuh yang disatukan dengan untaian-untaian bunga. Bagaimanapun, struktur yang berseni di bawah kepemimpinan Allah.
Tanggal yang tepat saat air bah itu datang diberikan di ayat 11.

Ayat 7-9 Allah-lah yang mengirim binatang-binatang dan burung-burung ke bahtera dan membiarkan mereka masuk. Nuh tidak perlu melakukan apa pun untuk ini, melainkan hanya masuk ke bahtera bersama keluarganya dengan taat dan menunggu.

Ayat 10 merupakan penggenapan dari ayat 4. Allah menepati Firman-Nya. Orang percaya harus menunggu untuk memperoleh hidup yang kekal dan keselamatan di Surga hingga sesudah kematian.

Ayat 11 Tanggal dimulainya air bah dengan tepat diberikan: pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu.
Kejadian 8:13-16 Bumi telah kering pada tahun keenam ratus satu umur Nuh, dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu. Kesimpulan: Nuh dan keluarganya tinggal di dalam bahtera selama lebih dari 13 bulan.
Terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. Bumi kembali ke keadaan Kejadian 1:6 di mana bumi ditutupi oleh air dan ayat 1:7 air dipisahkan.

Ayat 12-15 sudah jelas.

Verses 12-15 are obvious.

Ayat 16 Allah sendirilah yang menutup pintu bahtera. Jalan masuk ke bahtera ditutup, tidak ada lagi binatang lain, baik burung maupun manusia yang bisa masuk ke dalam bahtera. Bandingkan ini dengan Matius 25:11-12. Yesus Sang Mempelai Laki-laki telah menutup pintu dan gadis-gadis yang bodoh TIDAK BISA masuk. Mereka mendapatkan pelajaran: "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."
Sekarang orang bisa mengolok-olok perintah dan hukum Allah, menyangkal keberadaan Allah dan menganggapnya sebagai kebodohan. Ketika pintu ditutup oleh Allah, tidak akan ada lagi jalan masuk ke hidup yang kekal di surga dan manusia hanya menantikan penghakiman Allah atas hidupnya yang penuh dosa. Manusia memiliki seluruh hidupnya di bumi yang bisa dia gunakan untuk bertobat dan menerima keselamatan.

Ayat 17-22 Air naik hingga 15 hasta (sekitar 7 meter) di atas gunung tertinggi di bumi. Tidak ada orang yang bisa tetap berdiri. Semuanya mati. Semuanya tertutup, semua tanaman dan pepohonan; tidak ada lagi makanan. Sehingga burung-burung juga mati karena mereka tidak lagi menemukan makanan.

Ayat 23 Hanya mereka yang ada dalam bahtera yang tetap hidup. Setelah Allah menutup pintu, mereka yang sudah memilih Yesus Kristus saja yang tetap bebas dari penghakiman Allah. Mereka yang berada di luar menerima penghakiman dan hukuman Allah. Pilihan sepenuhnya bebas untuk manusia. Selama pembangunan bahtera, orang memiliki kesempatan untuk percaya dan bertobat. Selama hidup manusia, manusia memiliki kesempatan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan. Pilihan sepenuhnya bebas dan sepenuhnya tanggung jawab manusia. Hampir semua orang memiliki akses ke Alkitab. Alkitab dan studi Alkitab ada gratis di internet. Manusia tidak bisa mengatakan: tetapi pendeta menjelaskannya begini dan begitu. Setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Orang bisa meminta penjelasan dari Roh Kudus, ya, orang harus berusaha, tetapi hidup yang kekal di surga adalah pahala yang berlimpah. Oleh karena itu, hiduplah demi kehormatan Allah, dan tinggalkanlah kehidupan duniawi.

Ayat 24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya. Tidak suatu pun yang bisa hidup, semuanya mati. Penghakiman Allah itu DEFINITIF. Setelah Kerajaan 1000 tahun Kristus (Wahyu 20:1-6), penghakiman terakhir (Wahyu 20:7-15) adalah terakhir. Tidak seorang pun yang lolos!

Kejadian 8: Air Bah Surut

VAyat 1 Penciptaan berulang dengan sendirinya, angin memisahkan air dan bumi. Allah-lah yang memiliki kendali atas alam. Yesus juga memiliki kendali atas badai dan meredakan badai. Allah-lah yang memerintah dan menentukan. Bukan manusia, manusia tidak memiliki kendali atas hujan, badai dan angin. Hanya melalui pencemaran lingkungan, badai dan angin topan meningkat dalam kedahsyatan dan frekuensi, dengan segala konsekuensi bahwa manusia sendiri dihancurkan oleh bencana alam ini.

Ayat 2-3 Air terus menyusut selama 150 hari. Betapa berbedanya dengan penciptaan, ketika segala sesuatu terjadi hanya dalam 1 hari. Kini Nuh dan keluarganya diuji kesabaran dan imannya kepada Allah. Allah tidak terburu-buru. Namun mungkin ada penjelasan untuk itu, semua bangkai manusia dan binatang harus dicerna. Nuh tidak diizinkan mengingat orang-orang dan binatang yang tewas. Allah mulai dengan manusia kembali. Kesempatan baru bagi manusia yang berdosa.

Ayat 4 Bahtera itu tertahan di pegunungan Ararat. Secara umum diasumsikan bahwa gunung ini terletak di mata air Tigris. Selain puncak tertinggi 16.850 kaki, gunung ini juga memiliki puncak yang lebih rendah 12.782 kaki di bagian tenggara. Bahtera tidak pernah ditemukan kembali. Kayunya mungkin sudah lapuk habis.

Ayat 5 Butuh sepuluh bulan sebelum puncak-puncak gunung terlihat. 150 hari (ayat 3) 150 dibagi 30 adalah lima bulan. Pada bulan ke-7 bahtera tersangkut di Gunung Ararat. Sekarang puncak-puncak gunung lainnya menjadi terlihat.

Ayat 6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera. Mengapa Nuh menunggu 40 hari? Tidak ada penjelasan yang diberikan. Bahtera itu pastilah berayun-ayun sementara mengapung di atas air. Jadi di ayat 4 fluktuasi ini pastinya sudah berakhir dan Nuh pastinya sudah tahu bahwa airnya sudah susut. Nuh tidak bisa tahu apakah itu di gunung atau di dataran rendah. Apakah Allah yang menyuruh Nuh untuk menunggu? Yesus dicobai selama 40 hari di padang gurun. Orang-orang Yahudi dihukum 40 tahun di padang gurun. Kesabaran dan iman Nuh diuji di sini selama 40 hari.

Ayat 7 Mengapa burung gagak? Burung gagak mencium bau mayat dari jauh. Namun, gagak itu terbang pulang pergi. Dari bahtera dan kembali ke bahtera. Kembali ke bahtera karena ia tidak menemukan mayat. Tidak ada suatu pun yang selamat dari air bah, dan semua mayat dicerna bumi selama 10 bulan dan 40 hari.

Ayat 8-12 Setelah gagak, Nuh melepaskan seekor merpati. Namun, ia tidak menemukan makanan. Sesudah tujuh hari merpati kembali dengan membawa daun zaitun segar. Betapa berbedanya dengan penciptaan. Dalam penciptaan, segala sesuatunya dibentuk dalam satu hari. Sekarang segala sesuatunya pulih dan bertumbuh perlahan. Pepohonan dan tanaman pulih sesudah tertutup air. Matahari menyinari tanah dan tanaman serta pepohonan yang baru bertumbuh. Namun, butuh tujuh hari lagi sebelum merpati itu tidak kembali. Sekarang, pasti ada cukup makanan untuk si merpati. Ia tidak lagi membutuhkan makanan dari dalam bahtera. Penyelamatan sudah berakhir. Demikian pula, keselamatan melalui Yesus Kristus adalah pasti bagi orang yang percaya. Makanannya adalah Firman Allah: Alkitab. Orang percaya pertama-tama menerima Perjanjian Lama (orang Yahudi) dan sekarang orang percaya memiliki Perjanjian Baru. Selesai.

Ayat 13-14 Nuh membuka tutup bahtera, yang juga merupakan pintu keluar dari bahtera. Hanya ada satu jalan. Ada makanan di luar, jadi semua binatang dalam bahtera bisa dilepaskan dan memulai hidup barunya di bumi yang telah kering. Awal kehidupan baru. Allah memberikan kesempatan baru kepada manusia yang berdosa.

Ayat 15-18 Allah berfirman kepada Nuh. Allah berfirman kepada Adam dan Hawa. Allah berfirman kepada Musa. Sungguh luar biasa bahwa Allah benar-benar berfirman kepada seseorang. Di sini jelas perintah Allah. Nuh TIDAK mengambil inisiatif untuk meninggalkan bahtera, ataupun melepaskan binatang-binatang. Nuh menunggu perintah Allah. Demikian juga, orang percaya harus menunggu dalam pekerjaannya bagi Tuhan Yesus Kristus sampai dia menerima perintah dari Allah untuk memulai pekerjaannya.
Allah memberikan perintah untuk keluar dari bahtera DAN Allah mengulangi perintah dari kejadian 1:28 untuk berkembang biak dan bertambah banyak. Perintah untuk memenuhi seluruh bumi. Tidak ada aborsi, tetapi melahirkan anak-anak. Allah membuat bumi menghasilkan makanan kembali. Betapa menjijikkannya manusia sekarang ini. Penjarahan bumi, pengrusakan oleh keserakahan, penggundulan hutan, mengakibatkan kurangnya makanan dan oksigen. Orang mati kelaparan dan orang membunuh anak mereka dalam rahim ibunya.

Ayat 19 Binatang-binatang meninggalkan bahtera dan memenuhi bumi; pasangan demi pasangan untuk bereproduksi dan memenuhi bumi kembali.

Ayat 20 Nuh bersyukur kepada Allah karena Allah menyelamatkan dia dan keluarganya. Dia bersyukur kepada Allah melalui kurban ternak dan burung-burung yang tidak haram. Betapa bijak, dia tahu apa yang tidak haram. Kain mempersembahkan kurban dari hasil bumi; meremehkan perintah Allah untuk membawa kurban binatang yang tidak bercela. Nuh tidak melakukan kesalahan yang sama. Dia membawa kurban ternak dan burung-burung yang TIDAK HARAM. Ya, dia tahu bahwa binatang-binatang ini ada tujuh pasang; bahwa ini tidak berdampak buruk pada reproduksi.
Bagaimana dengan orang percaya? Apakah dia bersyukur kepada Allah dan dengan suka hati memberikan persepuluhan kepada Allah? Allah mengasihi orang yang memberi dengan suka hati. Pemberian persepuluhan bukanlah suatu kewajiban. Itu harus dilakukan dari pemberian yang sukarela. Nuh tidak diperintahkan untuk mempersembahkan kurban; itu adalah inisiatifnya sendiri dan untuk mengungkapkan rasa syukurnya.

Ayat 21 Allah mencium bau kurban yang harum. Allah tidak jauh. Dia hadir di bumi. Sekarang ini manusia mungkin berpikir bahwa Allah tidak hadir, Allah tidak melihat dosa-dosa kita, kita bisa bebas melanggar perintah Allah dan menempuh jalan kita sendiri. Tapi di sini jelas, bahwa Allah hadir DI BUMI.
Namun perhatikan juga pengetahuan Allah: Dia tahu bahwa manusia itu jahat. Hati manusia jahat dari sejak kecilnya. Allah berjanji pada diri-Nya sendiri bahwa Dia tidak akan lagi menghancurkan bumi melalui air bah (lihat 9: 11-17). Segera kejahatan manusia terungkap dengan pembangunan menara Babel dalam Kejadian 11. Menara Babel menurut Flavius Josephus, diilhami oleh Raja Nimrod, cicit Nuh. Sayangnya, hanya tiga generasi sesudah air bah. Manusia BELUM belajar dari pelajarannya.

Narrow Road to HeavenBridge to GodAyat 22 Allah membuat janji lain: Musim akan terus ada, sehingga bumi bisa memberikan hasilnya. Hingga saat ini, musim panas dan musim dingin, kemarau dan hujan, siang dan malam. Manusia memiliki malam untuk beristirahat. Kemarau dan hujan, musim panas dan musim dingin menyediakan makanan. Kita mungkin sangat bersyukur kepada Allah atas kesabaran-Nya terhadap manusia yang sangat berdosa dan jahat. Sebagai orang percaya, marilah kita memisahkan diri dari dunia dan tidak berjalan di belakang setan dan kesenangan duniawi (apakah kita benar-benar menikmati narkoba dan seks bebas?). Marilah kita berdoa agar manusia bertobat, percaya pada satu-satunya jalan menuju Allah, melalui iman kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat dan jalan menuju Allah dan kehidupan kekal di Surga. Lihat gambar Jembatan menuju Allah.

Kejadian 9: Perjanjian Allah

Ayat 1 Umat manusia sama sekali hancur terkecuali Nuh dan keluarganya. Hanya delapan orang yang tersisa. Dalam Kejadian 1, Adam dan Hawa diperintahkan dalam ayat 28 untuk beranakcucu dan bertambah banyak. Di sini Allah mengulangi perintah yang sama kepada Nuh dan keluarganya: Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. Allah memberkati Nuh dan keluarganya, tetapi kita bisa mengatakan bahwa Allah memberkati manusia. Allah sangat marah atas dosa manusia, sekarang Allah memberkati orang yang memberi-Nya segala kehormatan dan hidup sesuai perintah-Nya. Allah memberkati orang yang hidup menurut hukum dan kehendak Allah. Namun orang yang menolak Allah, dia menantikan hukumannya.

Ayat 2 Tetapi ada peringatan: Akan ada takut dan gentar terhadap binatang-binatang liar dan burung-burung. Artinya manusia akan takut terhadap binatang-binatang liar dan burung-burung, seperti harimau, singa, beruang, buaya, burung pemakan bangkai, elang, ular, hiu, dll. Pada prinsipnya, Allah telah menutup mulut binatang-binatang liar ini agar mereka tidak menyerang manusia. Namun dari waktu ke waktu manusia diperingatkan bahwa mereka bisa menyerang manusia. Allah dapat menggunakan binatang-binatang ini untuk menghukum dan membunuh orang (Daniel 6:25). Maka manusia tidak akan menganggap enteng Allah.

Ayat 3-4 Ada perbedaan pendapat tentang ayat ini, tetapi penjelasannya tidak penting. Sebagian orang menjelaskan bahwa sebelum Jatuhnya Manusia ke dalam Dosa, manusia tidak diperbolehkan makan daging. Sebagian yang lain tidak memberikan tafsiran ini. Yang jelas dari ayat ini adalah bahwa manusia diperbolehkan oleh Allah untuk membunuh binatang yang tidak haram dan memakan dagingnya, tetapi TANPA DARAHNYA. Bukan tanpa sebab Allah mengirimkan semua binatang yang tidak haram masing-masing 7 pasang untuk bertahan hidup di bahtera. Mereka ditujukan sebagai kurban kepada Tuhan Allah dan sebagai makanan manusia di masa mendatang.
Orang tidak diperbolehkan meminum darah binatang yang dibunuh; yang di kemudian hari dilakukan oleh para penyembah berhala. Penjelasannya sederhana: nyawa ada dalam darah. Namun juga darah membersihkan dari dosa. Darah kurban kemudian dipercikkan di atas mezbah Kemah Suci dan Bait Allah. Darah Yesus yang tercurah di salib membersihkan orang percaya dari dosa. Manusia tidak bisa menebus dirinya sendiri, darah binatang atau manusia tidak bisa membebaskan manusia dari hukuman dosa oleh Allah. Ketika mengurbankan atau meminum darah binatang dan bahkan darah manusia (yang terjadi di gereja setan), orang mencoba untuk menyenangkan berhala atau setan. Bukan tanpa alasan Allah melarang hal ini.

Ayat 5-6 Allah memberikan peringatan yang sangat keras, barangsiapa melanggar perintah ini maka Allah akan menuntut nyawanya. Orang yang membunuh orang lain akan menerima hukuman Allah. Orang yang meminum darah menjual dirinya kepada setan dan roh-roh jahat; di sini, di bumi sudah menerima kehidupan iblis dan sesudah kematian menerima kehidupan kekal di Lautan Api.
Manusia tidak boleh membunuh manusia lain, karena manusia diciptakan menurut gambar Allah. Barangsiapa membunuh manusia, membunuh makhluk Allah. Ini juga berlaku untuk aborsi. Kehidupan manusia dimulai dengan pembuahan sel telur oleh sel sperma. Sejak saat itu, pembelahan sel terjadi dan karenanya kehidupan dimulai! Orang yang melakukan aborsi terinfeksi setan, seperti yang disaksikan oleh banyak cerita. Pengakuan dan pembebasan diperlukan. Dalam hal ini, kesetiaan Allah sangat besar dan pengampunan dapat terjadi.

Ayat 7 Perintah di ayat 1 diulangi, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi. Lihat betapa kuatnya benih dari anak-anak Nuh. Dalam waktu yang sangat singkat anak-anak lelaki dan perempuan dilahirkan, lihat Kejadian 10 dan 11.

Ayat 8-11 Allah membuat perjanjian dengan manusia DAN binatang-binatang dan burung-burung. Bukan hanya perjanjian dengan manusia, melainkan mencakup semua makhluk hidup di bumi. Allah tidak akan lagi membinasakan manusia dan makhluk hidup melalui air bah. Namun itu tidak berarti bahwa manusia bebas dari penghakiman Allah dan bisa hidup sesukanya. Betapa jahatnya manusia, juga terlihat dari perbuatan Ham, anak Nuh, di ayat 22, pembangunan Menara Babel, dan penghinaan terhadap Allah sekarang ini. Sekarang ini, dosa-dosa mengerikan dari masa sebelum Air Bah terulang kembali. Manusia mendatangkan penghakiman Allah atas dirinya kembali. Seperti pada masa sebelum air bah, manusia tidak memikirkan Allah dan bahwa Allah akan menghukum. Murka Allah akan terlihat saat malapetaka dalam Tribulasi Besar yang akan segera datang (Wahyu 6, 8-10) ditumpahkan ke atas umat manusia. Kemudian tibalah penghakiman akhir Allah atas manusia.

Ayat 13-17 Apakah pelangi sudah ada sebelum air bah tidak penting di sini. Itu adalah dan tetap ciptaan Allah. Seluruh alam semesta adalah ciptaan Allah. Bumi berada pada jarak yang tepat dari matahari; penyimpangan kecil saja akan berakibat bumi terlalu panas atau terlalu dingin bagi manusia untuk hidup di bumi. Bulan berada pada jarak yang tepat dan memberikan pasang naik dan pasang surut. Kehidupan manusia tidaklah mungkin di planet lain mana pun. Hanya di bumi saja tumbuh pepohonan dan tumbuh-tumbuhan; ada lautan dan samudera dengan ikan-ikan. Demikianlah pelangi adalah tanda perjanjian Allah; adalah ciptaan alam karya Allah.
Ya, kebanyakan orang melihat hanya pelangi. Namun, orang percaya diingatkan akan Perjanjian Allah bahwa Dia tidak akan lagi menghancurkan bumi dengan air bah. Curah hujan mungkin sangat deras, akan menyebabkan kerusakan sebagian, tapi tidak seluruh bumi. Itu untuk mengingat Allah. Pelangi bukan hanya untuk manusia, melainkan adalah pengingat bagi Allah. Alangkah baiknya! Kita bisa bersyukur kepada Allah setiap kali kita melihat pelangi: Bersyukur kepada Allah atas kesabaran-Nya terhadap manusia berdosa.

Ayat 18-19 Dari anak-anak Nuh lahirlah seluruh penduduk bumi. Rupanya Nuh (yang hidup 350 tahun sesudah air bah, ayat 28) dan istrinya tidak memiliki anak lagi.

Ayat 20-21 Apakah Nuh menjadi seorang petani sesudah air bah atau dia sudah seorang petani sebelum air bah, itu tidak penting. Adalah penting bahwa dia mengusahakan kebun anggur. Buah dari kebun anggur adalah anggur. Dan jus anggur tidak membuat Anda mabuk. Kita minum jus anggur dalam perjamuan kudus. Teks dasar dalam Perjanjian Baru tidak memberikan indikasi apakah itu adalah jus anggur atau minuman anggur seperti yang digunakan Yesus saat Perjamuan Kudus. Jus anggur dengan cepat menjadi arak dan itu bukan musim panen anggur. Jadi jus anggur itu sudah berfermentasi. Alkohol digunakan sebagai pengawet. Yang pasti Nuh telah minum anggur dalam jumlah yang melimpah. Seorang hamba Allah yang berjalan benar dan sekarang kehilangan akal sehatnya dan tidak tahu lagi apa yang dia lakukan. Dia telanjang dalam kemahnya. Pertanyaannya adalah di manakah istrinya? Apakah kemabukan ini pernah terjadi sebelumnya dan apakah istrinya berpisah dengannya? Istrinya tidak ada di ayat 23, saat Ham memasuki kemah.

Ayat 23 Kedua bersaudara ini, sangat malu akan ayah dan saudara mereka, berjalan mundur ke dalam kemah sehingga mereka tidak melihat ayah mereka yang telanjang.
Dan mereka menyelimuti ayah mereka dengan sehelai kain. Biarlah ini menjadi pelajaran berharga bagi orang tua beriman. Anak-anak TIDAK BOLEH melihat aurat orang tuanya (alat kelamin, buah dada ibu). Saat mandi bersama anak-anak, orang tua harus menggunakan jubah mandi!

Ayat 24 Nuh tidur dalam keadaan mabuk dan mendapati sehelai kain menyelimuti tubuhnya. Dari mana datangnya kain ini? Dia mencari tahu dari putra-putranya dan mengetahui apa yang sudah dilakukan putranya Sem. Alkitab tidak mengatakan apa-apa mengenai orang percaya harus menjauhkan diri dari mabuk. Yang terbaik adalah tidak mengonsumsi minuman beralkohol agar tidak mendatangkan pencobaan terhadap saudara atau saudari atau pelanggaran dalam iman. Dalam keadaan mabuk orang bisa menjadi kasar dan kehilangan akal dan tidak lagi tahu apa yang dilakukannya. Ini tentu bukan kesaksian seorang Kristen.

Ayat 25 Nuh mengutuk putranya Ham dan keturunannya, orang Kanaan. Suatu hukuman yang sangat berat. Orang Kanaan akan menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Orang tidak bisa menganggap enteng dosa berat. Hukuman ini tidak terbatas pada dosa pribadi yang dilakukan oleh Ham, tetapi hukuman ini meluas ke keluarga dan keturunannya!

Ayat 26-27 Nuh memberkati kedua putranya Sem dan Yafet. Sem akan memerintah atas anak yang terkutuk, Ham. Allah akan meluaskan tempat kediaman Yafet dan dia juga akan memerintah atas Ham. Allah memberkati orang percaya yang menuruti perintah Allah.

Ayat 28-29 Nuh melihat bahwa Allah menepati janji-Nya dan bahwa anak-anaknya beranakcucu dan bertambah banyak. Dia masih hidup 350 tahun sesudah air bah untuk melihat banyak generasi sesudahnya. Sungguh suatu berkat bagi seorang yang benar. Mungkin pelajaran ini diajarkan untuk tidak pernah mabuk lagi.